Bisnis / Keuangan
Rabu, 07 Juli 2021 | 08:14 WIB
Ilustrasi emas (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia menguat pada perdagangan hari Selasa dengan mendekati level di atas 1.800 dolar, kenaikan ini didukung oleh pelemahan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Mengutip CMBC, Rabu (7/7/2021) harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi 1.794,37 dolar Amerika Serikat (AS) per ounce, setelah melompat ke level tertinggi sejak 17 Juni di 1.814,78 dolar AS.

Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,6 persen lebih tinggi menjadi 1.794,2 dolar AS per ounce.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai titik terendah hampir dua minggu, meningkatkan daya tarik emas karena cenderung menurunkan opportunity cost logam kuning itu.

Sementara itu investor saat ini fokus pada risalah dari pertemuan terbaru The Fed, yang dijadwalkan Rabu, setelah pergeseran hawkish dari bank sentral AS itu, bulan lalu, di mana pembuat kebijakan memproyeksikan dimulainya kenaikan suku bunga pada 2023, mendorong emas merosot di bawah 1.800 dolar AS.

Emas mendapatkan kembali beberapa pijakan setelah data Jumat menunjukkan tingkat pengangguran Amerika tercatat lebih tinggi.

Logam lainnya, perak anjlok 1,3 persen menjadi 26,10 dolar AS per ounce, setelah melonjak ke level tertinggi sejak 17 Juni di 26,76 dolar AS per ounce.

Platinum merosot 1,1 persen menjadi 1.085,53 dolar AS per ounce, dan paladium turun sekitar 0,6 persen menjadi 2.797,74 dolar AS per ounce.

Baca Juga: Wow! Rupiah Dilaporkan Menguat di Tengah Melonjaknya Kasus COVID-19 dan Penerapan PPKM

Load More