Suara.com - Tingginya kasus positif Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia menyebabkan penuhnya fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien. Di saat yang sama, sistem layanan kesehatan juga harus diperkuat, mulai dari kapasitas rumah sakit, tenaga kesehatan, sampai dengan sistem rujukan sebagai bentuk antisipasi terhadap lonjakan pasien.
BRI terus mendukung Pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan dengan menyalurkan berbagai bantuan sarana prasarana pendukung Kesehatan yang dibutuhkan Rumah Sakit dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Bantuan fasilitas kesehatan dan sarana prasarana penunjang Rumah Sakit (RS) yang disalurkan diantaranya berupa Tempat Tidur Khusus Pasien Covid, Kursi Roda, Oksigen Tabung, Oximeter, Face Thermal Scanner, Hand Sanitizer, dan alat penunjang kesehatan lainnya.
Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, fokus BUMN juga untuk membantu penanganan pandemi. Dia optimistis langkah cepat yang dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN akan cepat dalam merespons kebutuhan di lapangan.
Erick Thohir mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh segenap pihak di BUMN yang berkolaborasi secara aktif dalam membantu penanganan Covid-19. Dia pun meminta agar pelayanan tersebut terus ditingkatkan demi misi untuk membantu Indonesia untuk bangkit dari pandemi.
Sementara Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan, bahwa BRI merespon situasi yang terjadi di berbagai wilayah dengan menyalurkan bantuan yang langsung disalurkan ke RS sebagai bentuk dukungan penanganan atas lonjakan pasien Covid-19. Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa rumah sakit yang tersebar di wilayah-wilayah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pekanbaru dan Malang.
"Jenis bantuan yang BRI salurkan juga telah menyesuaikan kebutuhan rumah sakit, sehingga bantuan fasilitas penunjang maupun sarana pra-sarana yang kami salurkan dapat memberikan manfaat yang optimal," ungkapnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan kepada masyarakat merupakan tugas BRI sebagai bagian dari masyarakat untuk membantu Pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan fasilitas di RS dalam rangka penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia. Hingga saat ini, BRI telah menyalurkan beragam bantuan bagi penanganan Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia, terutama untuk membantu penyediaan fasilitas kesehatan dan pelayanan di Rumah Sakit (RS).
Selain meyalurkan bantuan alat kesehatan, BRI juga berperan aktif menyalurkan bantuan-bantuan bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bantuan-bantuan diberikan antara lain, penyaluran sembako gratis bagi masyarakat umum dan penyaluran bantuan bagi sekolah, pasar, dan panti asuhan.
Baca Juga: BRI Kerahkan Teras BRI Kapal untuk Sukseskan Vaksinasi di Maluku Utara
Sunarso menambahkan, BRI ingin memberikan dampak nyata kehadirannya di tengah masyarakat, terutama di masa sulit seperti sekarang ini. Keberadaan BRI tidak hanya memberikan economic value semata namun juga social value, dalam hal ini untuk mempercepat Indonesia keluar dari pandemi.
BRI juga berkolaborasi bersama BUMN dalam memberikan bantuan akomodasi penginapan dan transportasi untuk petugas kesehatan penanganan Covid-19 sebagai bentuk apresiasi kepada petugas kesehatan dari berbagai lini seperti Puskesmas, Rumah Sakit di Jakarta yang telah membantu penanganan Covid-19.
“Dalam penyaluran bantuan, kami tetap menerapkan aspek-aspek keamanan dan keselamatan sesuai protokol kesehatan. Kami juga memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan,” tutup Sunarso.
Berita Terkait
-
Agen BRILink Ini Jadi Andalan Percepat Inklusi Keuangan di Sulteng
-
Agen BRILink Ini Berhasil Naikan Taraf Hidup Keluarga
-
Layani 100 Nasabah Per Hari, Agen BRILink Ini Naikan Taraf Hidup Keluarga
-
BRI Terus Optimalkan Potensi Ekosistem Segmen Ultra Mikro atau UMi
-
BRI Fokus Jaga Pertumbuhan Kinerja yang Berkelanjutan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja