Suara.com - Perum Bulog bekerja sama dengan DNR Corporation menyalurkan bantuan sosial berupa beras berkualitas sebanyak 200.000 ton untuk tambahan Bantuan Beras PPKM dari Kementerian Sosial kepada penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH) ke 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
“Perum Bulog siap melaksanakan penugasan dalam penyaluran beras sebanyak 200 ribu ton kepada 20 juta KPM di seluruh Indonesia. Masing-masing akan mendapatkan tambahan bantuan beras sebanyak 10 kg,” ucap Direktur Utama Bulog, Budi Waseso dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).
Senada dengan kesiapan yang dilakukan oleh Perum Bulog, DNR Corporation juga turut menyatakan kesiapannya dalam membantu pendistribusian bantuan beras yang dilakukan oleh perusahaan milik negara tersebut.
Dalam kesiapannya, DNR Corporation mempersiapkan armada hingga jaringan disribusi yang terintegrasi di seluruh Indonesia guna mensukseskan penyaluran bantuan beras tersebut.
“DNR Corporation melalui anak usahanya DNR Logistics akan selalu mendukung Program Pemerintah serta siap bekerja sama dan bersinergi dengan Perum Bulog untuk mensukseskan penyaluran Bantuan Beras PPKM guna membantu kebutuhan masyarakat, khususnya di masa masa sulit sekarang ini,” ujar Jerry Tengker selaku Direktur Utama DNR Logistics.
Pada tahun 2021 ini, DNR Corporation mendapatkan kepecayaan kembali dari Kementerian Sosial dan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan tersebut dari pemerintah di 15 provinsi di Indonesia.
Ke-15 provinsi tersebut yaitu meliputi Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tengara Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, dan juga Papua Barat.
“Dengan pengalaman kami yang telah sukses melakukan peyaluran Bantuan Sosial Beras dalam program KPM PKH dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Perum Bulog di tahun 2020 yang lalu di 15 Provinsi dalam kurun waktu hanya satu bulan sebelumnya, kami yakin akan sanggup mengulang kesukesan dari apa yang telah kami lakukan di tahun sebelumnya,” tambahnya.
Dalam proses penyalurannya, DNR Logistics akan ditopang oleh jaringan distribusi serta infrastruktur distribusi yang telah terintegrasi secara modern di seluruh Indonesia, sistem digitalisasi penyaluran yang dikembangkan DNR Logistics sangat berperan penting dalam kesuksesan penyaluran Bantuan Beras PPKM.
Baca Juga: Jangan Lupa Lur! Dapat Rp600 Ribu, Bantuan Sosial Tunai Kota Solo Dibagikan Hari Ini
Perlu diketahui bahwa DNR Logistics sebelumnya pada tahun 2020 juga telah mensukseskan pendistribusian program bantuan sosisal beras untuk Program PKH dari Kementerian Sosial di 15 provinsi di Indonesia yang pada tahun ini mendapatkan kesempatannya kembali untuk mendistribusikan bantuan dari pemerintah tersebut di daerah yang sama.
Dalam pendistribusian program bantuan tersebut di tahun 2020 silam, DNR Logistics telah mendapatkan kepercayaan untuk menyalurkan distribusi sebanyak 15.195.318 paket dengan total beras keseluruhan mencapai 227.929.770 kilogram (kg) di 15 provinsi tersebut selama 43 hari atau dalam waktu 6 minggu dalam periode 16 September 2020 sampai dengan 28 Oktober 2020.
Selain itu, total armada yang dikerahkan untuk pendistribusian tersebut adalah sekitar 27.000 truk pada proyek tersebut. Bahkan pada tanggal yang sama, DNR Logistics mampu mengirimkan bantuan secara cepat dan tepat sasaran di 15 provinsi dalam 1 hari dengan total sebanyak 821.000 selama wabah pandemi COVID-19.
Pencapaian DNR Logistics sebagaimana disebutkan juga telah mendapatkan pengukuhan tiga rekor dunia yang dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI), diantaranya sebagai berikut:
- Pengiriman Bansos Beras Terbanyak Dalam 1 Hari
- Pengiriman Paket Bansos Beras Terbanyak ke 15 Provinsi Dalam 6 Minggu
- Pengiriman Paket Bansos Beras Melalui Armada Truk Terbanyak Dalam 1 Hari
Keberhasilan yang dicapai oleh DNR pada periode sebelumnya ini tentunya menjadi modal awal yang baik serta memberikan komitmen yang kuat dalam mensukseskan program yang dijalankan oleh pemerintah dalam membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat dikala wabah pandemi seperti situasi pada saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet
-
Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
-
QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?
-
IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I
-
Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik
-
BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor
-
BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik
-
Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET
-
Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik