Suara.com - Indonesia buka satu-satunya negara di dunia yang hingga kini kesulitan untuk keluar dari status negara berpenghasilan menengah ke bawah.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, setidaknya hampir seluruh negara di dunia ini memiliki kesulitan yang sama dengan Indonesia.
"Indonesia saat ini adalah middle income country, dan kita semua tahu di dalam pengalaman lebih dari 190 negara di dunia, mayoritas mereka berhenti di middle income. Artinya ada fenomena yang disebut middle income trap," kata Sri Mulyani dalam webinar CSIS Indonesia, Rabu (3/8/2021).
Apalagi faktanya kata Sri Mulyani hanya kurang dari 20 negara saja yang berhasil keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah ke bawah.
"Tidak banyak negara di dunia ini, kurang dari 20 yang bisa menembus middle income trap,” ungkap Sri Mulyani.
Dirinya menjelaskan hal utama yang membuat sebuah negara berhenti pada level middle income karena kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih cukup rendah.
Karenanya kata dia, penting sekali untuk menginvestasikan dan terus meningkatkan kualitas SDM, sehingga statusnya bisa naik menjadi high income country atau negara berpendapatan tinggi.
“Kalau kita bicara SDM, semua sepakat kalau ini penting. Namun yang paling penting, tidak banyak negara yang bisa menyelesaikan tantangan SDM. Dalam hal ini, pendidikan dan kesehatan menjadi sangat penting, dan jaminan sosial juga menjadi sangat penting. Itu adalah tiga area (tantangan) yang luar biasa bagi Indonesia," pungkasnya.
Baca Juga: Ekonomi Nasional Mulai Membaik Seiring Melandainya Kasus Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus