Suara.com - Harga minyak dunia melambung lebih dari 5 persen karena dolar AS yang melemah serta penguatan pasar ekuitas global.
Ini merupakan kenaikan di awal pekan terbaik usai sepanjang pekan lalu harga minyak anjlok cukup dalam.
Mengutip CNBC, Selasa (24/8/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak 3,57 dolar AS atau 5,5 persen menjadi 68,75 dolar AS per barel setelah menyentuh level terendah sejak 21 Mei di 64,60 dolar AS selama sesi tersebut.
Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober melejit 3,50 dolar AS atau 5,6 persen menjadi 65,64 dolar AS per barel.
Kedua tolok ukur tersebut menandai minggu kerugian terbesar dalam lebih dari sembilan bulan, pekan lalu, dengan Brent anjlok sekitar 8 persen dan WTI sekitar 9 persen.
Tetapi kejatuhan dolar AS memberikan dorongan pada sesi Senin, membuat minyak mentah lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
"Meski kompleks minyak secara umum mampu mengabaikan penguatan di pasar saham, kombinasi bullish dari peningkatan selera risiko dan kejatuhan Indeks Dolar AS merupakan kombinasi ampuh yang mengangkat minyak" kata Jim Ritterbusch, Presiden dari Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.
Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, turun 0,4 persen setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari sembilan bulan pada Jumat.
Indeks ekuitas dunia MSCI , yang melacak saham di 50 negara, menguat, setelah mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Juni pekan lalu.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga 9 Persen Imbas Turunnya Permintaan Global
Namun, banyak negara menanggapi lonjakan tingkat infeksi virus korona dengan memperkenalkan pembatasan perjalanan yang baru.
"Kami memperkirakan lebih banyak penyesuaian minggu ini, tetapi sentimen pasar kemungkinan akan tetap bearish, dengan meningkatnya kekhawatiran atas perlambatan permintaan bahan bakar di seluruh dunia," kata Kazuhiko Saito, Kepala Analis Fujitomi Securities.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara
-
Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan
-
Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni
-
Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan
-
Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau
-
Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali
-
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?
-
Pertamax Turbo Naik, Harga BBM Pertamax Tetap Dibanderol Rp 12.300
-
Airlangga Klaim Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Ganggu Ambisi RI Jadi Raja Kendaraan Listrik