Suara.com - Harga emas dunia kembali naik pada perdagangan akhir pekan lalu. Naik ke posisi tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir.
Penyebabnya adalah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) periode Agustus yang lebih lambat dari perkiraan mendorong harga emas.
Mengutip CNBC, Senin (6/9/2021) emas di pasar spot naik 1,2 persen ke harga 1,830.71 dolar AS per ounce setelah mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni di 1.833,80 dolar AS. Emas spot menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Sedangkan Emas berjangka AS naik 1,2 persen ke harga 1,833,7 dolar AS.
Pertumbuhan pekerjaan AS jauh di bawah ekspektasi pada Agustus di tengah lonjakan infeksi COVID-19. Indeks dolar tergelincir segera setelah laporan tersebut, memperkuat daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.
"Emas menerima dorongan sambutan dari laporan (pekerjaan) yang jauh lebih lemah," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.
"Tetapi fakta bahwa emas telah gagal menembus di atas resistance di 1.835 dolar AS dapat menunjukkan beberapa skeptisisme tentang apakah ini berarti pertumbuhan puncak dan penurunan yang tertunda." Tambahnya.
Chairman the Fed Jerome Powell mengatakan pekan lalu bahwa jika pertumbuhan pekerjaan berlanjut, The Fed dapat mulai memotong pembelian aset tahun ini, tetapi akan tetap berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.
Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang mungkin mengikuti langkah-langkah stimulus, sementara suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan.
"Fokus pasar akan beralih ke pertemuan FOMC September mendatang. Kami terus melihat risiko kenaikan lebih lanjut untuk emas mengingat ekspektasi kami terhadap USD melemah dan imbal hasil riil tetap sangat negatif," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank.
Baca Juga: Harga Emas Antam Terus Turun ke Rp 937.000 per Gram
Harga logam berharga lainnya, Perak melonjak 3,4 persen menjadi 24,70 dolar AS per ounce. Sementara platinum naik 2,6 persen menjadi 1.024,41 dolar AS. Palladium naik 1,1 persen menjadi 2.425,70 dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter