Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta adanya tambahan usulan penyertaan modal negara (PMN) 2021 di dua BUMN. Tambahan PMN itu diberikan kepada Hutama Karya dan Waskita Karya.
Ia menjelaskan, tambahan PMN yang didapat Hutama Karya sebesar Rp 9 triliun untuk dukungan pembangunan jalan tol Trans Sumatera.
"Sedangkan Waskita mendapat Rp 7,9 triliun untuk penguatan permodalan dalam restrukturisasi dan digunakan untuk modal kerja serta investasi jalan tol," ujar Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2021).
Menurut Erick, tambahan ini diluar dari pengajuan usulan PMN pada tahun 2021 yang sebesar Rp 35,12 triliun di mana diberikan kepada tujuh BUMN.
Adapun PMN 2021 diberikan kepada, pertama Indonesia Financial Group (IFG) atau PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) yang merupakan Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan sebesar Rp 20 triliun untuk peningkatan kapasitas usaha dalam menata industri perasuransian dan pinjaman.
Kedua, kepada Hutama Karya sebesar Rp 6,208 triliun untuk penugasan pembangunan jalan tol Trans Sumatera, ketiga ITDC sebesar Rp 470 miliar untuk pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang serta mendukung kesiapan event Asean Summit di Labuan Bajo.
Kemudian keempat, PT PAL sebesar Rp 1,28 triliun untuk penguasaan teknologi pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal selam, lalu kelima PLN sebesar Rp 5 triliun untuk pendanaan infrastruktur Ketenagalistrikan, membangun transmisi gardu induk dan distribusi listrik pedesaan.
Keenam, Pelindo III sebesar Rp 1,2 triliun untuk pembangunan pelabuhan Benoa di Bali dan mendorong program Bali Maritim Tourism Hub. Dan ketujuh, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebesar Rp 977 miliar untuk pembangunan kawasan industri terpadu di Batang, Jawa Tengah.
"Kita ingin memastikan Indonesia tidak menjadi market tapi kita bangun pabrik baterai di Batang. Sudah ada rapat dengan beberapa kementerian soal industri di Batang, ini investasi pascapandemi," kata Erick.
Baca Juga: RUPSLB Waskita Karya Setujui Right Issue Saham Seri B Dengan Harga Rp100 per Lembar
Sementara, Ketua Pelaksana KPCPEN ini juga mengusulkan PMN 2022 diberikan kepada lima BUMN yang diantaranya diberikan ke Waskita Karya sebesar Rp 3 Triliun yang digunakan untuk penyelesaian beberapa ruas tol, lalu PLN sebesar Rp 5 triliun untuk pembangunan kelistrikan.
Selanjutnya, Perumnas Rp 1,57 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan dan Adhi Karya Rp 1,98 triliun untuk pembangunan jalan tol.
"Hutama Karya sebesar Rp 23 triliun ditambah Rp 7,5 triliun untuk penyelesaian konstruksi delapan ruas jalan tol Trans Sumatera dengan target tambahan panjang 162 km," pungkas Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian
-
Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora
-
Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar
-
Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026
-
1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan
-
Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton