Suara.com - PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) berencana untuk memperluas pangsa pasarnya khususnya pangsa pasar di luar negeri.
Setelah sebelumnya sukses menembus pangsa pasar Arab Saudi dengan memasok produk benang baru yakni benang untuk pembuatan sajadah, Perseroan terus ingin membawa produk benang jenis Open End yang biasa digunakan oleh industri manufaktur, perkebunan dan bengkel ke Negara-negara Eropa seperti Ukraina, Lithuania, Bosnia Herzegowina dan Negara-negara lainnya.
Untuk menjalankan rencananya ini, Perseroan akan melakukan penambahan modal dari para pemegang sahamnya yang telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang telah diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus 2021.
Saat ini proses perizinan Right Issue masih berjalan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan jika berjalan lancar, diperkirakan proses pelaksanaan Right Issue akan dilakukan pada minggu ketiga atau minggu terakhir bulan Oktober 2021.
Direktur Utama Perseroan Jefri Junaedi menuturkan bahwa perseroan terus bersemangat dalam mencari peluang, alih-alih ditengah krisis ini mengurangi pegawai, Perseroan justru menambah jumlah pegawai pada beberapa bulan terakhir ini.
Hal tersebut dikarenakan tingginya permintaan benang untuk pembuatan sarung tangan di beberapa negara Eropa dan Korea yang saat ini memasuki musim dingin.
“Walaupun sempat mengalami. penurunan di tahun lalu dengan produksi hanya berjalan 50% dikarenakan negara-negara pelanggan Perseroan seperti Korea Selatan, Malaysia, Bangladesh, mengalami lock down. Saat ini, port di negara- negara tersebut telah kembali dibuka sekitar bulan Agustus dan Perseroan telah perekrutan kembali karyawan untuk menambah produksi sehingga total karyawan Perseroan hingga hari ini diangka sekitar 700 orang,” kata Jefri dalam keterangannya, Senin (4/10/2021).
Dalam rencananya, dari total dana hasil Right Issue sebesar kurang lebih Rp132 miliar, sebesar Rp70 miliar akan digunakan untuk pembelian 3 set mesin Open-End beserta dengan fasilitas pendukungnya dan sisanya akan digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja seperti pembelian bahan baku, pembayaran utilitas, pembayaran tenaga kerja dan pembelian suku cadang.
Hal ini dilakukan karena Perseroan ingin menambah kapasitas produksi, sehingga dapat memperluas lagi target pasar diperdagangan internasional khususnya pada benang jenis Open End.
Baca Juga: Ini Harapan Erick Thohir Usai Rights Issue BBRI
Perseroan terus berupaya mengembangkan usaha perseroan dan memperluas pangsa pasar dengan menyediakan layanan terbaik dan kualitas yang konsisten dengan menjalankan usaha yang ramah lingkungan.
Dengan berorientasi mengembangkan pasar ekspor, diharapkan dapat memenuhi anjuran Pemerintah untuk menambah devisa negara dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah pada khususnya dan nasional pada umumnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari
-
AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham
-
IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya
-
Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
-
OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!