Suara.com - Hukum bisnis syariah adalah hukum yang mengatur bisnis dalam Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat, Mysikat al-Anwar, volume 1 Tahun 2018.
Bisnis syariah dapat didefinisikan sebagai segala usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup berupa aktifitas produksi, distribusi, konsumsi dan perdagangan baik berupa barang maupun jasa yang sesuai dengan aturan-aturan dan hukum-hukum Allah Swt.
Hal ini merupakan upaya memperkuat ekonomi syariah maka perlu dilakukan penguatan dalam aspek hukum bisnis syariah yang meliputi hukum Islam dalam masalah bisnis, perundangan-undangan tentang bisnis baik konvensional maupun syariah yang berlaku di Indonesia, aspek hukum apa saja yang terdapat pada bisnis syariah, dan cara penyelesaian sengketa bisnis syariah.
Sebelum mengenal hukum bisnis syariah, terlebih dahulu memahami tentang bisnis dan bisnis syariah itu sendiri. Bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan. Dengan demikian, bisnis merupakan aktivitas yang cakupannya amat luas meliputi aktivitas produksi, distribusi, perdagangan, jasa ataupun aktivitas yang berkaitan dengan suatu pekerjaan untuk memperoleh penghasilan.
Walaupun cakupannya luas namun tujuan utamanya adalah pertukaran barang dan jasa. Pertukaran itu dipermudah oleh medium penukar, yaitu uang.
Sementara itu, syariah berarti jalan yang lurus. Para ahli fikih menjabarkannya sebagai hukum yang ditetapkan oleh Allah Swt. agar ditaati atas dasar iman baik yang berkaitan dengan akidah, amaliyah (ibadah dan muamalah), dan yang berkaitan dengan akhlak.
Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa syariah adalah semua aturan-aturan Allah Swt yang harus dijalankan manusia dalam segala aspek kehidupan, termasuk bisnis Dengan demikian bisnis syariah dihukumi wajib bagi umat muslim.
Bisnis syariah dapat didefinisikan sebagai segala usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup berupa aktifitas produksi, distribusi, konsumsi dan perdagangan baik berupa barang maupun jasa yang sesuai dengan aturan-aturan dan hukum-hukum Allah Swt.
Konflik dalam Bisnis Syariah
Baca Juga: Mantan Pejabat BUMN Kritik Harga Tes PCR: Berapa Banyak Untung yang Mereka Nikmati?
Ada banyak konflik dalam bisnis syariah karena berbagai sebab. Pertama belum terwujudnya sistem pengawasan ekonomi syariah yang betul-betul berdasarkan syariah. Misalnya lembaga pengelola keuangan syariah yang tidak benar-benar terpisah dari lembaga konvensional sehingga berpotensi menimbulkan salah tafsir atau pengertian yang campur aduk.
Kedua sistem bagi hasil (mudharabah) yang kerap diasumsikan tidak benar-benar berdasarkan syariah. Kerugian kerja sama mudharabah hanya ditanggung oleh nasabah karena keuntungan telah dipatok oleh pihak bank dan telah dibayar di awal. Dengan demikian ada potensi pihak bank tetap mendapat keuntungan walaupun pihak nasabah merugi.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag
Berita Terkait
-
Literasi Keuangan Syariah di Indonesia Ternyata Masih Rendah
-
Sertifikasi Halal Gratis Dipercaya Mampu Dongkrak UMKM Lebih Maju
-
Permainan Bisnis di Balik Aturan Wajib PCR, Anggota DPR Singgung Importir Swasta
-
Agen Sembako Keliling Kini Jadi Usaha yang Sangat Menjanjikan
-
Ini Alasan NU Jawa Timur Haramkan Uang Kripto
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban