Suara.com - Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas merupakan program yang dihadirkan pemerintah bagi penyediaan air bersih bagi warganya. Program ini telah dijalankan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah yang sulit mendapat air bersih.
Pamsimas tak sekadar memberikan akses layanan air bersih semata, tapi menjadi kegiatan yang mampu merekatkan hubungan warga. Pamsimas dimulai dengan membentuk Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dari tingkat basis paling bawah (dusun). Organisasi bentukan masyarakat seperti KKM ini telah memiliki kekuatan hukum dan dapat merencanakan, melaksanakan dan memastikan pemeliharaan keberlanjutan.
Program Pamsimas akan difasilitasi oleh pemerintah tingkat desa dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat. Pada sepanjang prosesmya tentu melibatkan warga desa setempat. Di beberapa desa, pembiayaan Program Pamsimas bahkan dimulai dari urunan warga.
Dalam setiap pelaksanaannya, Program Pamsimas akan selalu dimulai dengan mengkaji secara bersama potensi, masalah air minum, dan sanitasi di tiap desa. Warga dilibatkan dalam perencanaan dan pembuatan peta desa.
Ini merupakan cara efektif, agar warga desa mengenali potensi desa mereka secara seksama, termasuk potensi sumber air serta kelestariannya. Ketrampilan seperti itu juga mendorong perencanaan tata ruang desa yang lebih partisipatif.
Kaum perempuan pun tak ditinggalkan. Mereka juga dilibatkan dalam upaya mewujudkan ketersediaan air bersih di desanya.
Keterbukaan antar warga dan kerja bersama seperti ini tak hanya memuculkan rasa
memiliki dan tanggungjawab terhadap program dan bangunan yang dibuat, tapi juga memiliki kelebihan lain, yaitu juga membangun solidaritas antar warga dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong.
Warga Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu yang menerima banyak manfaat Program Pamsimas. Ketika pipa air rusak atau bocor, warga bersama-sama menggali dan mengganti pipa sepanjang kurang lebih 19 kilometer yang membentang dari desa ke sumber air yang berada di kecamatan lain.
Kebersamaan seperti ini mampu menumbukan semangat untuk mempelajari hal-hal baru, termasuk ketrampilan manajerial dan kewirausahaan di desa. Hal ini terjadi di Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Baca Juga: Menteri PUPR Minta Warga Terdampak Banjir Bandang Kota Batu Direlokasi
Warga desa yang tinggal berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Bromo- Tengger-Semeru ini mampu badan usaha pengelolaan air dan sanitasi bernama “Tirta Sari Utama”.
Kemudian di Desa Dalan Lidang, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, warga bahkan sudah menggunakan aplikasi digital untuk melakukan seluruh pencatatan pengelolaan layanan air minum.
Semangat bekerjasama dan ketrampilan berorganisasi merupakan modal sosial penting yang tidak hanya berguna dalam membangun sarana air minum serta pengolelolaannya secara berkelanjutan, tapi juga untuk banyak program lain, baik program pemerintah nasional, lokal desa, maupun inisiatif masyarakat sendiri.
Tak salah rasanya bila menyebut Program Pamsimas memiliki andil dalam memperkuat demokrasi desa. Kesepakatan hasil musyawarah desa dalam Program Pamsimas umumnya kemudian dikukuhkan Peraturan Desa (Perdes), baik dalam pemeliharan maupun operasional sarana air minum, termasuk tentang beban iuran warga.
Indah Raftiarty ER
Pranata Humas Ahli Muda Kementerian PUPR
Berita Terkait
-
Water Adventure, Jelajah Air Nusantara Bareng 3 Petualang Sejati
-
Mulai Hari Ini, PDAM Tirta Musi Hentikan Distribusi Air Besih di Sejumlah Daerah
-
Program Pamsimas : Dedikasi untuk Air Minum Layak bagi Indonesia
-
Pamsimas Ajarkan Masyarakat Berperilaku Hidup Sehat
-
Pengerjaan Dikebut, Tol Manado - Bitung Ditargetkan Tersambung Penuh Akhir Desember 2021
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor