Suara.com - Penyandang disabilitas sebenarnya tidak begitu berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Namun, kelompok penyandang disabilitas kerap kali mengalami diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan anatomi dan fungsi organ seringkali menyebabkan kelompok disabilitas tersisih dari kehidupan sosial.
Kelompok penyandang disabilitas cenderung terkucilkan karena dianggap kurang memiliki potensi untuk berkembang selayaknya individu-individu lain. Padahal tuduhan tersebut tak sepenuhnya beralasan. Sebab, banyak penyandang disabilitas yang justru kemampuan dan tingkat kepedulian terhadap sesamanya lebih tinggi daripada individu normal pada umumnya.
Salah satunya adalah Misbah, Penyandang Disabilitas dari Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lelaki berusia 42 tahun itu peduli betul terhadap kebutuhan air bersih dan sanitasi di kampungnya. Misbah sadar betul bahwa ketersediaan air merupakan kebutuhan yang sangat mutlak guna keberlangsungan aktivitas kehidupan manusia. Sayangnya, di daerah tempat tinggalnya sarana untuk mendapatkan air dan sanitasi masih sangat minim.
"Kalau sumber mata airnya itu ada, dari Gunung Menyan, tapi aksesnya itu jauh," tutur Misbah ditemui usai Rakornas Program Pamsimas III pada Kamis, (25/11/2021).
Menurutnya diperlukan adanya sebuah infrastruktur agar air yang ada di mata air bisa tersalurkan ke rumah-rumah masyarakat. Terlebih, masyarakat yang tinggal di daerahnya beragam, ada yang sudah tua, hingga mereka yang menyandang disabilitas seperti dirinya. Sementara kebutuhan air sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum dan mandi.
Berangkat dari hal tersebut, Misbah pun merenungkan diri mengenai apa yang bisa dilakukannya. Sampai pada waktunya, dia mendengar informasi tentang program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).
Tertarik dengan program tersebut, dia pun menceritakan idenya ke perangkat desa setempat pada 2019. Selanjutnya, Misbah menghubungi Pemda untuk mengajukan proposal minat mengikuti program Pamsimas. Setelah melalui serangkaian proses, program pemerintah pusat itu datang, dia didampingi fasilitator Pamsimas bergotong royong memasang jaringan pipa untuk mengalirkan air minum dari sumber mata air yang jauh tersebut.
"Awalnya saya mengira akan dipandang sebelah mata karena keterbatasan yang saya miliki ini, tapi ternyata tidak, saya dan teman-teman penyandang disabilitas lainnya sangat dilibatkan. Kami diajak bagaimana mendesain agar Pamsimas ini juga ramah terhadap kami yang mengalami keterbatasan," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Misbah pun mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah menjadi inisiator program ini. Dia berharap, program ini masih akan terus berkelanjutan, sebab masih banyak desa-desa yang kesulitan mengakses air. Tak lupa dia juga memberikan semangat pada teman-teman penyandang disabilitas lainnya untuk terus berkarya, untuk tidak malu menyampaikan gagasan yang dimiliki, apalagi jika gagasan tersebut ternyata memberikan manfaat terhadap masyarakat di lingkungan sekitarnya. Toh sudah banyak program-program pemerintah yang melibatkan kelompok penyandang disabilitas!
Baca Juga: Buka Rakornas Pamsimas III 2021, Menteri PUPR: Kalau Program Tak Berfungsi, Laporkan!
Indah Raftiarty ER
Pranata Humas Ahli Muda Kementerian PUPR
Tag
Berita Terkait
-
Penyandang Disabilitas Ingin Jadi Pengusaha Sukses? Ini Mindset yang Harus Dimiliki
-
Keren! Kelompok Penyandang Disabilitas di Jateng Jadi Relawan Bencana
-
CEK FAKTA: Viral Video Sebut Jalan Tol di Indonesia Tidak Aman, Benarkah?
-
Kisah Menyentuh Pria Lahir Tanpa Lengan dan Kaki, Dulu Dibuang Kini Jadi Influencer
-
Semua Tol Telah Penuhi Uji Laik Fungsi dan Operasi: Pastikan Berkendara Sesuai Aturan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi
-
IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000