Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa ini harus berakhir anjlok cukup dalam, adapun indeks ditutup pada posisi 6.533.
Mengutip data RTI, Selasa (30/11/2021), IHSG berakhir anjlok 1,13 persen di zona merah atau melemah 74 basis point di level 6.533.
IHSG bergerak dari batas atas di level 6.647 hingga batas bawah pada level 6.533 setelah dibuka pada level 6.605.
Total volume transaksi bursa mencapai 26,99 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 20,67 triliun. Sebanyak 351 saham turun harga. Ada 182 saham menguat dan 131 saham flat.
Investor asing mencatat net sell Rp973,93 miliar di seluruh pasar. Dari total net sell, penjualan bersih di pasar reguler mencapai Rp 782,68 miliar.
Tujuh indeks sektoral turun bersama dengan IHSG. Sektor perindustrian merosot 2,22 persen. Sektor teknologi tumbang 1,91 persen.
Sektor barang konsumsi primer melorot 1,33 persen. Sektor infrastruktur turun 1,15 persen. Sektor barang konsumsi nonprimer melemah 1,10 persen. Sektor barang baku turun 1,02 persen. Sektor keuangan turun 0,91 persen.
Sementara empat sektor yang justru menguat yakni sektor transportasi dan logistik melonjak 3,31 persen. Sektor energi menguat 1,08 persen. Sektor kesehatan naik 0,25 persen. Sektor properti dan real estat naik tipis 0,03 persen.
Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu PT Temas Tbk (TMAS) naik Rp 160 atau 20,00 persen ke Rp 960, saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BTON) naik Rp 420 atau 11,83 persen ke Rp 3.970, dan saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) naik Rp195 atau 10,40 persen ke Rp 2.070.
Baca Juga: Selasa Pagi IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Posisi 6.605
Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAYA) turun Rp16 atau 6,90 persen ke Rp 216, saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) turun Rp 45 atau 4,41 persen ke Rp 975, dan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun Rp 25 atau 4,39 persen ke Rp 545.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Perang AS-Israel-Iran
-
Dirut Bursa Kripto CFX: Volume Kripto Offshore 2,5 Kali Lebih Besar dari Dalam Negeri
-
CFX Perkecil Biaya Transaksi Demi Dongkrak Daya Saing Pasar Kripto RI
-
Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS
-
OJK dan Polisi Geledah Kantor PT Mirae Asset Sekuritas, Ini yang Dicari
-
Target Harga BBCA saat Sahamnya Ambles Parah di Bawah Rp6.800
-
Mentan Amran: Impor Beras Amerika untuk Makanan Turis, Bukan Konsumsi Umum
-
Alasan Revisi Outlook Negatif Ekonomi Indonesia dari Fitch Ratings
-
Wacana Pelarangan Total Rokok Elektronik
-
3 Alasan yang Buat IHSG Ambruk Hari Ini