Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya merevitalisasi bangunan cagar budaya Rumah Cimanggis di Depok, Jawa Barat. Revitalisasi menggunakan angaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2020-2021 sebesar Rp11 miliar.
Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Diana Kusumastuti mengatakan, cagar budaya perlu dilestarikan untuk mewujudkan ruang kota yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.
"Cagar budaya ini perlu kita lestarikan. Kita bisa lihat bahwa rumah jaman dulu itu, batu batanya, dindingnya, itu sangat kokoh. Sayang kalau dibiarkan, maka dari itu perlu direvitalisasi untuk bisa dimanfaatkan sebagai galeri, cafe atau apalah yang penting bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik," tutur Diana kepada awak media saat berkunjung ke Rumah Cimanggis Depok, Jawa Barat, Sabtu, (4/12/2021).
Sekadar informasi, Rumah Cimanggis merupakan sebuah bangunan peninggalan zaman kolonial di Kawasan Cimanggis Depok, Jabar. Berdasarkan catatan Depok Heritage Community, bangunan yang berada di dalam kawasan pemancaran Radio Republik Indonesia (RRI) tersebut didirikan sekitar tahun 1774 hingga 1778.
Bangunan tersebut merupakan bekas peninggalan istri dari Gubernur Jenderal VOC, Petrus Albertus Van Der Parra yakni Yohana Van Der Parra. Meski sudah berusia lebih dari 200 tahun, bangunan itu sampai sekarang masih berdiri kokoh.
Sebelum direvitalisasi Kementerian PUR, Rumah Cimanggis terlihat memprihatinkan dan minim perawatan. Dinding bangunan terlihat rusak dan kusam serta beberapa bagian bangunan juga hilang.
"Ini kan sayang kalau kayak gini. Padahal ini kan ada ceritanya," tutur Diana sambil menunjukkan bagaimana potret bangunan sebelum direvitalisasi.
Setelah direvitalisasi, Rumah Cimanggis saat ini berubah menjadi bangunan yang lebih indah dan bersih.
Diana melanjutkan, revitalisasi mencakup pembersihan lahan, pemasangan scaffolding, pekerjaan bongkaran, kusen/pintu/plafon kayu, perbaikan dinding, pemasangan atap genting, pengecatan, pekerjaan pilar, pondasi, perbaikan dinding, struktur atap, instalasi ME, AC, CCTV, lampu, serta perapihan taman.
Baca Juga: Kementerian PUPR Anggarkan Rp584 Miliar untuk Pembangunan Kampus UIII Depok
"Waktu pengerjaannya memakan waktu 1 tahun. Dimulai dari Oktober 2020 dan sekarang sudah selesai," katanya.
Kata Diana, Kementerian PUPR menggandeng Pusat Dokumen Arsitektur (PDA) dalam merevitalisasi Rumah Cimanggis. Sebab, dalam merevitalisasi cagar budaya tidak bisa sembarangan, ada aturan yang harus ditaati. Bahkan, hingga material yang digunakan. Singkatnya, revitalisasi cagar budaya tidak boleh mengilangkan arsitektur asli bangunan tersebut.
"Kami tidak merombak total dari desain awalnya. Kami bekerjasama dengan PDA. PDA ini mengetahui, ini dulunya rumah siapa, bentuknya seperti apa, misalnya jalusinya seperti apa, temboknya menggunakan apa, kita harus kembalikan seperti semula," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Mantan Pemain PSMS Medan: Pembongkaran Stadion Mattoanging Harus Izin Cagar Budaya
-
CEK FAKTA: Viral Video Sebut Jalan Tol di Indonesia Tidak Aman, Benarkah?
-
Semua Tol Telah Penuhi Uji Laik Fungsi dan Operasi: Pastikan Berkendara Sesuai Aturan
-
Masjid Taqwa dan Gedung Health Centre Direkomendasikan Jadi Cagar Budaya Metro
-
Proyek Tol Solo-Jogja Lewati Dua Situs Cagar Budaya, Kontraktor Pastikan Batu Yoni Aman
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi
-
Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850
-
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!
-
Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel
-
Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi
-
Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja