Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sedang mengamati dengan serius perkembangan laju inflasi di sejumlah negara maju seperti di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Menurutnya kenaikan laju inflasi ini harus tetap diwaspadai karena bisa berdampak pada gejolak ekonomi.
Sri Mulyani berujar dengan naiknya angka inflasi ini membuat otoritas terkait bakal lebih cepat merespon kebijakan dengan melakukan pengetatan moneter.
"Kami bisa langsung proyeksikan bahwa tekanan kepada otoritas moneter untuk melakukan pengetatan semakin besar," kata Sri Mulyani dalam sebuah webinar Tempo Economic Briefing 2022, Selasa (14/12/2021).
Asal tahu saja inflasi AS mencapai level tertinggi dalam empat dekade pada November, akibat permintaan konsumen yang kuat diperparah dengan kendala pasokan terkait pandemi.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan indeks harga konsumen-yang mengukur besaran yang dibayarkan konsumen untuk barang dan jasa-naik 6,8 persen pada November dari bulan yang sama tahun lalu.
Sehingga, kata dia, respons kebijakan Eropa dan Amerika Serikat inilah yang bakal berimbas kepada negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Padahal saat ini, Indonesia tengah mengalami pemulihan ekonomi akibat pandemi yang mulai terkendali.
"Respon kebijakan baik di AS maupun Eropa yang berfokus pada penanganan inflasi dan menjaga pemulihan ekonomi pasti memiliki spill over atau berimbas ke negara berkembang termasuk emerging markets dan Indonesia. Kita harus menjaga diri," katanya.
Menurutnya fenomena ini harus dilakukan pembahasan bersama dengan negara yang tergabung dalam anggota G-20 untuk membahas exit policy dan scarring effect.
Dengan begitu, ia berharap kalibrasi kebijakan bersama dapat mendorong seluruh negara bisa pulih secara bersama-sama tanpa menghambat negara lain untuk pulih akibat efek rambatan.
Baca Juga: Ogah Bergantung Asing, Menkeu Sri Mulyani Janji Lebih Kreatif Tarik Utang di Tahun Depan
"Pemulihan ekonomi tidak berjalan secara linier, mulus dan mudah. Pasti akan ada jalan yang terjal bahkan berkelok-kelok. Kami akan terus responsif, fleksibel, dan waspada," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN