Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengandalkan lembaga investasi indonesia atau Indonesia Investment Authority (INA) untuk menciptakan unicorn-unicorn baru di Indonesia.
Menurut Erick, INA lewat merah putih fund akan menjaring dana dari pihak swasta yang akan disalurkan ke startup-startup yang berpotensi menjadi unicorn.
"Ini kita akan fokus kepada soon-nicorn, calon unicorn, dan kita berharap semua swasta masuk ke ekosistem dari pendanaan ini. Karena kita juga sudah mengajak Sovereign Fund Indonesia untuk masuk yang lebih besar untuk unicorn menuju decacorn," ujar Erick dalam Akselerasi Generasi Digital, Rabu (15/12/2021).
Mantan Bos Klub Inter Milan ini menuturkan, unicorn-unicorn ini menjadi kekuatan Indonesia dalam melawan teknologi-teknologi dari negara lain.
"Kita perlu superhero baru. Mudah-mudahan superhero ini yang kita akan mendorong menjadi kekuatan Indonesia menjaga ekosistem indonesia," ucap dia.
Sebelumnya, Erick Thohir melihat dunia sedang menghadapi tekanan yang tinggi. Mulai dari rantai pasok, globalisasi pasar, hingga distrupsi ekonomi.
Bahkan, ia menggambarkan keadaan dunia seperti film-film superhero Marvel di mana, terdapat musuh yang bisa menghancurkan dunia.
"Tentu kita pernah mengingat pidato bapak Presiden mengenai Thanos. ya dimana beliau menyampaikan ini adalah sebuah kekuatan besar yang ingin menghancurkan dunia, karena itu pada saat itu kita perlu Avengers. Avengers terdiri dari tokoh-tokoh seperti Thor, Hulk, dan lain-lain," kata Erick.
"Artinya apa? sama seperti yang terjadi hari ini. Bagaimana seluruh dunia menghadapi tekanan, tekanan daripada perubahan supply chain yaitu dengan globalisasi pasar yang makin terbuka, distrrupsi ekonomi yang juga bisa menggantikan manusia dengan robotik, dan kesempatan usaha juga berubah," tambah dia.
Baca Juga: Erick Thohir Butuh Avengers untuk Selamatkan Ekonomi Dunia
Ketua Pelaksana KPCPEN ini melanjutkan, dunia juga tengah menghadapi tekanan kesehatan dengan adanya pandemi Covid-19. Bahkan, banyak tokoh-tokoh dunia yang meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.
"Dan untuk membentuk tokoh-tokoh besar itu butuh waktu 20-30 tahun. Artinya apa? sama seperti Marvel yang membikin universe dunia baru pasti penuh dengan tantangan baru, perlu superhero baru," imbuh Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%
-
Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan