Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) masih aman. Ia mengerahkan, produsen-produsen untuk memberikan stok batu bara ke PLN.
Ia menjelaskan, setelah melakukan inventaris, produsen akan memberikan tambahan pasokan sebanyak 5,17 juta ton batu bara ke PLN. Dengan begitu, kebutuhan PLN sebesar 16,2 juta ton pada Januari bisa tercukupi. Imbasnya, aliran listrik ke masyarakat bisa terjaga dan tidak ada opsi pemadaman.
"Itu tentu saja bisa dilakukan dengan bantuan produsen-produsen, kemudian juga asosiasi angkutan yang diminta kerahkan armada untuk bisa mendukung kebutuhan," ujar Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (13/1/2022).
Dengan adanya kepastian tersebut, Arifin melanjutkan, pasokan batu bara PLN untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang besar-besar cukup untuk 15 hari operasi.
"Ini sampai akhir Januari kita bisa pastikan pasokan ini bisa diamankan," katanya.
Sedangkan, tutur Arifin, PLTU yang berada di daerah pelosok masih berpatokan pasokan batu bara cukup untuk 20 hari operasi. Namun, ia telah mendengar adanya pernyataan PLN jika pasokan batu bara masih aman.
"Dari hasil terakhir kemarin sore, sudah ada statement dari PLN, sudah bisa meyakinkan, karena kontraksi juga sudah di-close," ucap dia.
Sebelumnya, Kementerian ESDM memang akan kembali membuka keran ekspor batu bara. Namun pembukaan ekspor ini menunggu status pasokan batu bara PT PLN (Persero) cukup untuk pembangkit listriknya.
"Jadi, kami menunggu pernyataan dari PLN jika situasinya sudah bisa diatasi, dan untuk itu memang kita akan secara parsial memberikan izin ekspor kembali," kata Arifin saat konferensi pers, Rabu (12/1/2022).
Baca Juga: Seperti Luhut, Anggota Komisi VII DPR Juga Ingin PLN Batu Bara Dibubarkan
Arifin menuturkan, tidak semua produsen batu bara mendapatkan izin ekspor. Hanya produsen yang telah memenuhi kewajiban pemenuhan pasokan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).
Dalam aturan DMO itu, produsen batu bara diwajibkan DMO minimal 25 persen dari total produk yang akan dijual dengan harga USD 70 per ton.
"Diprioritaskan adalah bagi para produsen yang memenuhi 100 persen DMO-nya. Sedangkan yang belum memenuhi agar memenuhi lebih dahulu," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara