Suara.com - Memulai awal tahun 2022, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia/ PPI telah berhasil mendapatkan kontrak jual beli ekspor kopi ke Mesir sebanyak 3000 Ton untuk periode Januari sampai dengan Desember 2022.
Ekspor ini telah berlangsung sejak September 202, dan direncanakan sepanjang tahun 2022 berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani PPI dengan pihak Mesir dilaksanakan secara regular.
Kerjasama bilateral ini merupakan salah satu langkah untuk membangun kekuatan ekonomi di wilayah masing-masing, yang dapat memperluas akses pasar produk Indonesia lainnya menuju Afrika, Eropa dan Timur Tengah.
"Kopi Indonesia menjadi salah satu komoditas yang memenuhi kebutuhan kopi di Mesir, hal ini menjadi pemicu bagi kita dan petani kopi lokal untuk terus menjaga kualitas kopi dan meningkatkan hasil produksi, kedepannya kerja sama ini tetap terjalin dan memperluas jangkauan ekspor untuk produk-produk lainnya, begitupun produk dan komoditi dari member of ID Food," ucap Nina Sulistyowati Direktur Utama PT PPI ditulis Rabu (19/1/2022).
Direktur Komersial dan Pengembangan PT PPI, Andry Tanudjaja menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat.
"Ekspor ini akan berjalan regular sepanjang tahun 2022, dan kita akan terus support petani lokal dalam meningkatkan hasil produksi secara kualitas dan kuantitas. Kita akan jaga dari hulu sampai hilir, untuk mendorong efektifitas supply chain kopi dan proses value added dari komoditi kopi tersebut supaya go global," lanjutnya.
Ekspor perdana di tahun 2022 ini rencana akan dilepas pada minggu ke-3 Januari 2022 dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada Launching ID Food baru lalu di Jakarta (12/01), perlunya pengaturan pengadaan dan logistik yang baik di tahun 2022 ini, serta memastikan ketersediaan barang, keterjangkauan barang serta mempunyai nilai tambah yang luar biasa dari ekspor.
Sementara Erick Thohir Menteri BUMN pada kesempatan yang sama mengatakan BUMN Holding Pangan akan berperan sebagai penyeimbang market untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bangsa. Dorong peningkatan supply chain pangan dengan menjaga stabilitas rantai pasok pangan.
Baca Juga: Bawa Bekal Termos ke Sekolah, Siswa Ini Auto Berasa di Warung Kopi Dadakan
PT PPI sebagai Member Of ID Food bersama PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, PT Garam dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang berperan sebagai Induk Holding BUMN Pangan fokus memperkuat perekonomian Indonesia melalui upayaupaya strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai
-
Krisis Air Bersih Jadi Rem Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Sumatera
-
Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat
-
Krakatau Steel Jaminkan Aset Senilai Rp 13,94 Triliun ke Danantara