- Rupiah melemah pada Jumat (6/3/2026), dibuka di Rp16.920 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan sebelumnya.
- Pelemahan rupiah dipicu ancaman Iran terhadap AS dan penguatan dolar akibat data pekerjaan AS yang kuat.
- Mata uang Asia menunjukkan pergerakan beragam; Peso Filipina melemah terdalam, sementara Won Korea menguat signifikan.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan pada pembukaan hari ini. Hal ini membuat mata uang Garuda terus tidak berdaya melawan dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (6/3/2026) dibuka Rp16.920 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,09 persen dibanding penutupan pada Kamis (5/3/2026) yang berada di level Rp16.905 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.886 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan ancaman Iran yang masih akan melanjutkan perang dengan Israel dan Amerika.
"Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh memanasnya situasi di timteng dengan ancaman Iran akan balasan terhadap kapal perang yan ditenggelamkan AS," katanya saat dihubungi Suara.com.
Selain tensi perang, pengauatn Dolar AS juga didukung oleh data pekerjaan yang lebih kuat. Tentunya ini membuat rupiah tertekan.
"Data pekerjaan AS yang lebih kuat juga mendukung dolar. Harga minyak yang kembali naik tinggi juga membebani rupiah. Range 16.850-17.000," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia bergerak fluktuatif. Salah satunya, Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,39 persen, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,13 perssn, dolar Taiwan melemah 0,10 persen, rupiah melemah 0,06 persen dan dolar Hong Kong yang melemah 0,03 persen.
Sedangkan, mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea menguat 0,42 persen dolar Singapura menguat 0,14 persen. Lalu, yuan China menguat 0,10 persen, yen Jepang menguat 0,03 persen dan baht Thailand menguat 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,95, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,31.
Baca Juga: Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Dampak Perang AS-Iran, Mendag: Bahan Baku Impor Bisa Ikut Tersendat
-
IHSG Merah Lagi di Pembukaan Pagi Ini ke Level 7.699
-
Ini Strategi CFX untuk Tekan Biaya dan Tarik Transaksi Offshore
-
LPS Mulai Reorganisasi dan Persiapan Penjaminan Polis
-
Masuk Tahun ke-4, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub
-
Premi Asuransi Migas Menyusut Rp100 Miliar pada 2025
-
Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman
-
Megawati Soekarnoputri Muncul di Daftar Pemegang Saham Sentul City (BKSL), Kempit 1,97 Miliar Lembar
-
THR 2026 Kena Pajak, Kok Bisa?
-
Gempur Pasar Modal, Transaksi Aplikasi Investasi Ini Tembus Rp107 T Bulan Lalu