Suara.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meluruskan ucapannya terkait pengusaha yang meminta pelaksanaan Pemilihan Presiden 2024 diundur. Ucapan ini, sempat menjadi polemik oleh banyak orang.
Namun demikian, menurut Bahlil, ucapannya tidak bermaksud untuk membuat polemik. Hanya saja, dalam pemulihan ekonomi nasional semua komponen harus stabil, mulai dari kondisi politik hingga keamanan nasional.
"Kalau boleh tanyakan juga, apa mungkin pemulihan ekonomi itu terwujud karena tak ada stabilitas? Omong kosong pemulihan ekonomi tanpa stabilitas, itu komponennya dari persoalan hukum dan keamanan, instrumennya politik," ujar Bahlil dalam Economy Outlook yang digelar Hipmi, Selasa (25/1/2022).
Mantan Ketua Umum Hipmi ini melanjutkan, semua pihak harus berpikir cerdas dalam kondisi pandemi. Bahlil menjelaskan, semua pihak harus tahu apa yang dibutuhkan negara untuk pemulihan ekonomi.
"Jadi harus cerdas, negara ini butuh apa? Butuh pengendalian Covid-19 butuh pemulihan ekonomi, atau butuh demokrasi dengan konteks pemilu, kenapa harus tabu? Silakan diskusikan, bukan barang haram dibicarakan," ucap dia.
Sebelumnya, dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia, Bahlil setuju dengan hasil survei yang dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi bahwa wacana presiden tiga periode tidak untuk didengungkak terus-menerus.
Namun yang menarik perhatian Bahlil justru hasil survei terkait perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi hingga 2027. Di mana survei hasil survei menyebut sebanyak 4,5 persen sangat setuju; 31,0 persen setuju; 32,9 persen kurang setuju; 25,1 persen tidak setuju sama sekali; dan 6,6 persen tidak tahu agau tidak menjawab.
Bahlil kemudian menyampaikan hasil diskusinya bersama dengan pelaku dunia usaha yang justru berharap ada pertimbangan bahwa pemilihan presiden dapat diundur.
"Saya sedikit mengomentari begini, kalau kita mengecek di dunia usaha rata-rata mereka memang berpikir adalah bagaimana proses demokrasi ini dalam konteks peralihan kepemimpinan kalau memang ada ruang untuk dipertimbangkan dilakukan proses untuk dimundurkan itu jauh lebih baik. Ini hasil diskusi saya dengan mereka," kata Bahlil.
Baca Juga: Terkait Penundaan Pilpres 2024, Bahlil Langsung Kena Semprot Presiden KSPI
Berita Terkait
-
Terkait Penundaan Pilpres 2024, Bahlil Langsung Kena Semprot Presiden KSPI
-
Anggap Ucapan Soal Penundaan Pemilu Menbahayakan, Said Iqbal Dkk Ancam Polisikan Menteri Bahlil
-
Soal Penundaan Pilpres 2024, Bahlil Kena Semprot Presiden KSPI: Jangan Main-main!
-
Tegur Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Soal Jokowi Hingga 2027, Presiden KSPI Said Iqbal: Jangan Main-main!
-
Soal Penundaan Pilpres 2024, Usul Bahlil Bisa Memperburuk Citra Indonesia
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Daftar Harga Kurs Dolar Hari Ini di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak 'Terbang' Dekati Level Tertinggi 7 Bulan
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
-
Cetak Laba Rp68,11 Miliar, Emiten CASH Fokus di Sistem Pembayaran Digital
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR
-
IHSG Bangkit dari Koreksi, Kembali ke Level 8.300
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi