Suara.com - Kalimantan Timur yang merupakan Ibu Kota Negara Nusantara akan menjadi sumber perekonomian baru. Daftar lowongan kerja di Ibu Kota Baru pun beberapa sudah dirilis. Lowongan pekerjaan diprediksi bakal sangat bertaburan di Nusantara.
Sesuai dengan Undang-undang No 3 Th 2022 tentang Ibu Kota Negara, klaster ekonomi yang dikembangkan berguna untuk mendorong kesempatan kerja serta meningkatkan penghasilan penduduk lokal. Diketahui, setidaknya terdapat enam klaster yang nantinya akan dikembangkan, yakni teknologi bersih, ekowisata, farmasi, pertanian, kimia & energi rendah karbon.
Dari beragam klaster tersebut, ada dua klaster yang melekat dengan warga lokal serta mempunyai partisipasi cukup tinggi yaitu (1) klaster ekowisata dan (2) pariwisata kesehatan/kebugaran. Melansir dari berbagai sumber, adapun daftar lowongan kerja di bu Kota dari pengembangan klaster tersebut yaitu seperti berikut ini.
1. Pengusaha & pemandu wisata serta jagawana, pemandu satwa liar, dan ekowisata komunitas budaya;
2. Perajin, pengusaha & pekerja toko cendera mata, serta penyelenggara lokakarya kerajinan tangan;
3. Pengusaha & pegawai di pusat kesehatan/kebugaran, klinik kecantikan, spa lokal, dan penyembuhan tradisional;
4. Pengusaha, manajer, serta pegawai bidang akomodasi & kuliner;
5. Pengusaha & pegawai agro-ekowisata, pasar pertanian, dan koperasi pertanian;
6. Pengusaha & pekerja ritel, seni & hiburan, serta makanan & minuman
Sedangkan klaster yang kedua yaitu klaster industri pertanian berkelanjutan, khususnya untuk ekstrak tanaman maupun produk herbal. Klaster tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, yang mana dihasilkan oleh penduduk lokal maupun membuka lowongan kerja dari proses hilirisasi pengolahan komoditas pertanian.
Adapun daftar lowongan kerja di Ibu Kota Baru dari pengembangan klaster ini yaitu untuk ekstrak tanaman yang meliputi:
1. Petani tanaman sumber ekstrak;
2. Pekerja tanam, panen, serta pengeringan dan produksi;
3. Pengumpul hasil dari alam liar;
4.Pengusaha, manajer, serta pekerja manufaktur untuk produk pertanian tradisional;
Berita Terkait
-
Coba Lakukan 5 Hal Sederhana ini agar Cepat Dapat Pekerjaan
-
6 Rekomendasi Drama Korea Seputar Profesi, Terbaru Forecasting Love and Weather
-
Menko Luhut Temui Pemilik Newcastle United, Bahas Investasi Energi di Ibu Kota Baru
-
Toko HP Buka Lowongan Kerja, Syarat Utama Bikin Minder, Warganet Kesal Sekaligus Ngakak
-
KSAD Dudung Tindaklanjuti Kritikan Jokowi soal Obrolan Prajurit di Grup WA: Jangan Ada Ngomong yang Aneh-aneh
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman