Suara.com - Meski masih dihantui dengan pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, bulan Ramadhan sendiri tetap dijadikan momen meningkatkan ibadah kepada Allah SWT serta menebar kebaikan kepada sesama.
PT Layanan Keuangan Berbagi (DanaRupiah), fintech P2P lending yang telah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini mendistribusikan ratusan paket hidangan berbuka puasa di wilayah Jakarta sebagai wujud kepedulian perusahaan menghormati umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa serta mendukung kualitas ibadah yang lebih baik di bulan Ramadhan.
Apalagi ramadhan kali ini dalam situasi peralihan masa endemi sehingga umat islam memiliki banyak kemudahan untuk menjalankan serangkaian ibadahnya di bulan suci ini.
“Pada bulan Ramadhan 1443 H, hidangan buka puasa dibagikan melalui segenap tim DanaRupiah yang turun langsung saat menjelang Maghrib sebanyak 500 nasi kotak 500 takjil berbuka puasa untuk warga dan juga sebagai bentuk rasa syukur pencapaian perusahaan hingga bulan Ramadhan tahun ini,” jelas Entjik S Djafar selaku CEO DanaRupiah dalam keterangannya, Jumat (15/4/2022).
Pembagian takjil dan makanan gratis ini merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertema “DanaRupiah Berbagi” yang dilaksanakan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar di Bulan Ramadhan.
“Sasaran penerima takjil gratis ini adalah masyarakat pengguna sepanjang jalan wilayah Jakarta Barat seperti pengemudi ojek online, pengamen, pengemis maupun manusia gerobak dengan fokus lapisan masyarakat yang membutuhkan,” kata Christine Tandeans selaku VP Business Development DanaRupiah.
Christine juga berharap aktivitas masyarakat dapat mulai kembali normal memasuki transisi endemi pada bulan Ramadhan tahun ini. Sementara itu salah satu pengemudi ojek online yg menerima paket takjil, Sukri, mengucapkan terimakasih kepada pihak DanaRupiah yang telah memberikan hidangan berbuka secara gratis.
“Saya kebetulan lewat dan diberikan makanan buat buka puasa,” ucapnya.
Pihak manajemen DanaRupiah berharap kegiatan berbagi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan akan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.
Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pinjaman industri fintech P2P lending mencapai Rp 13,78 triliun per Januari 2022. dengan persentase sebanyak Rp 8,43 triliun pinjaman atau 61,21% diberikan kepada sektor produktif.
Baca Juga: PPN 11 Persen Hanya Dibebankan Kepada Penyedia Layanan Fintech
Dari jumlah itu, senilai Rp 2,92 triliun dipinjamkan untuk sektor bukan lapangan usaha lain-lain. Dari jumlah signifikan penyaluran tersebut, DanaRupiah berkontribusi melakukan penyaluran pinjaman hingga Rp 8,6 triliun dengan jumlah unduhan aplikasi mencapai 10 juta hingga Maret 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar
-
Respon ATR Setelah Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros