- Harga bahan bangunan naik akibat inflasi energi, terutama pada komoditas semen.
- Pengembang sulit naikkan harga saat pasar lesu, sehingga laba terancam tergerus.
- Pemerintah perlu jaga daya beli agar konsumsi properti tetap dorong ekonomi nasional.
Suara.com - Sektor properti nasional tengah menghadapi tantangan ganda. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga bahan bangunan kini membayangi margin keuntungan para pengembang, terutama saat permintaan pasar belum sepenuhnya pulih.
Chief Economist sekaligus Kepala Divisi Riset Ekonomi Sarana Multiagri Finansial (SMF), Martin Daniel Siyaranamual, mengungkapkan bahwa inflasi pada sektor bahan baku konstruksi sudah menjadi realitas yang tidak terelakkan. Salah satu yang paling terdampak adalah komoditas semen.
"Bicara inflasi ini sudah pasti gitu, hari ini aja sudah ada di angka 4,7 persen seperti yang tadi sudah saya sampaikan," ujar Martin kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (6/3/2026).
Martin menjelaskan, tingginya harga bahan bangunan sangat berkorelasi dengan fluktuasi harga energi global. Industri semen, sebagai komponen vital pembangunan hunian, merupakan sektor padat energi yang sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan bakar.
"Semen itu kan industri chemical, itu sangat-sangat erat hubungannya dengan harga energi. Jadi kalau harga energi naik, ya sudah barang tentu ada inflasi (pada produk turunannya)," jelasnya.
Persoalannya, kenaikan biaya produksi ini terjadi di waktu yang kurang tepat. Pengembang properti kini berada dalam posisi dilematis: menaikkan harga jual di tengah daya beli yang lesu, atau memangkas keuntungan demi menjaga volume penjualan.
Menurut Martin, dalam kondisi pasar yang normal atau kuat, pengembang biasanya bisa melakukan pass-through atau mengalihkan beban kenaikan biaya produksi langsung ke harga jual konsumen. Namun, strategi ini sulit diterapkan saat ini.
"Ketika permintaannya sedang melemah akibat ketidakpastian ini, maka sudah barang tentu kenaikan harga input produksi itu enggak bisa 100 persen di-pass through ke konsumen," kata Martin lagi.
Dampaknya sudah bisa ditebak. Jika harga jual tidak naik sementara biaya modal membengkak, maka margin laba pengembanglah yang harus dikorbankan. "Artinya apa? Artinya keuntungan dari developer itu yang akan tergerus," tegasnya.
Baca Juga: Mayoritas Pekerja RI Tak Punya Slip Gaji, Mimpi Punya Rumah Masih Jadi Barang Mewah?
Menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, Martin menilai peran pemerintah sangat krusial. Stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat perlu terus diperkuat agar roda industri perumahan tetap berputar.
Ia meyakini, menjaga konsumsi di sektor properti akan memberikan efek domino yang positif bagi makroekonomi nasional.
"Ketika permintaan terjaga, harapannya konsumsi tetap tinggi. Konsumsi tetap tinggi, dia akan mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkas Martin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus
-
Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak
-
Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun