Suara.com - Berbelanja adalah godaan bagi siapa saja. Untuk itu cara kendalikan keinginan belanja perlu dilakukan agar keuanganmu tidak bocor. Di samping itu, kebutuhan pokok pun tetap bisa terpenuhi.
Gelap mata di saat balanja ternyata tidak hanya menjangkiti perempuan, laki-laki pun berpotensi mengalami hal yang sama. Jika perempuan cenderung tergoda ke produk-produk fashion, maka laki-laki biasanya lebih tergoda untuk barang-barang otomotif. Jika kamu termasuk salah satunya dan sudah dalam tahap akut, lima cara kendalikan keinginan belanja ini bisa diterapkan.
1. Buat fixed-budget untuk belanja setiap bulan
Kamu perlu membuat fixed-budget atau anggaran yang pasti untuk kebutuhan belanja dan bersenang-senang. Jika dana itu sudah habis, maka jangan gunakan pos anggaran lain untuk berbelanja kebutuhan tersier. Fixed-budget juga berguna agar keuangan atau tabunganmu lebih terkontrol.
2. Bikin pos keuangan
Pos keuangan yang jelas setiap bulan berguna agar kamu menggunakan uang sesuai peruntukannya. Jangan sampai uang untuk kebutuhan penting lain malah digunakan untuk berbelanja. Jika demikian, hasrat untuk berbelanja yang tak terkendali justru mengacaukan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Pos keuangan yang jelas juga bisa menjadi pengingat jika uang akan digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.
3. Uninstall Aplikasi Marketplace
Cara lain agar tidak mudah kalap berbelanja adalah dengan meng-uninstall aplikasi marketplace di handphone. Dengan begitu kamu nggak akan terus-terusan melihat model-model baru dari barang yang kamu suka dan terpicu membelinya. Jika tidak ingin menghilangkan aplikasi ini dari ponsel, batasi penggunaannya. Kamu bisa membuka marketplace hanya di hari atau jam tertentu.
4. Terapkan Hidup Minimalis
Baca Juga: Pro Kontra PayLater Jadi Trending Topic: Bantu Kredit Barang, Tapi Cicilan Mengancam
Hidup menemalis hanya dengan memiliki apa yang dibutuhkan tengah ngetren saat ini. Pasalnya, tuntutan hidup yang begitu besar dan cepat membuat banyak orang justru ingin hidup lebih lambat dan menikmati apa yang dimiliki. Hidup minimalis juga menerapkan konsep secukupnya di mana kita tidak harus memenuhi setiap keinginan.
5. Tabung Gaji di Awal
Menabung gaji di awal waktu dengan rekening terpisah juga bisa diterapkan untuk menghindari gaya hidup boros. Buat tujuan keuangan lebih besar agar memiliki semangat menabung, misalnya untuk membayar DP rumah atau mendaftar haji yang membutuhkan biaya tinggi.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Temani Fuji Belanja Baju, Thariq Halilintar: Astagfirullahaladzim, Berdosa Banget!
-
Blibli Optimis Aktivitas Belanja Bahan Pokok Online Diprediksi Tetap Berlanjut Usai Pandemi
-
Pesatnya Pertumbuhan Jualan Online harus Disertai Sistem Pengelolaan Pergudangan yang Terintegrasi, Ini Solusinya
-
Lee Kwang Soo Bikin Ketawa Pemain The Killer's Shopping List di Balik Layar
-
Pro Kontra PayLater Jadi Trending Topic: Bantu Kredit Barang, Tapi Cicilan Mengancam
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia
-
Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi
-
Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan
-
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
-
Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta
-
BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali
-
Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG
-
Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM
-
Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis
-
MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru