Suara.com - Harga emas turun pada perdagangan akhir pekan lalu, tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat dan data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan.
Mengutip CNBC, Senin (6/6/2022) harga emas di pasar spot turun 1 persen menjadi USD1,848.67 per ounce setelah sebelumnya jatuh ke USD1,846.4. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 1,1 persen pada USD1,850.2.
Data menunjukkan pengusaha AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari yang diperkirakan pada bulan Mei dan mempertahankan laju kenaikan upah yang cukup kuat. Hal ini merupakan tanda-tanda kekuatan pasar tenaga kerja.
"Jika Federal Reserve melihat ekonomi terus tetap stabil di tengah upaya menaikkan suku bunganya, mereka mungkin merasa lebih berani untuk menaikkan suku bunga lebih cepat," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Suku bunga AS yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas, yang tidak dikenakan bunga, sambil meningkatkan dolar di mana emas batangan dihargai.
Presiden Federal Reserve Bank Cleveland Loretta Mester mengatakan pada hari Jumat bahwa dia sedang mencari bukti "menarik" bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, dan jika belum, pertemuan Fed bulan September dapat melihat kenaikan suku bunga 50 bps.
Dolar naik tipis 0,3 persen sementara imbal hasil benchmark US Treasury 10-tahun AS mendekati level tertinggi dua minggu yang disentuh di awal sesi.
Harga emas mencatat penurunan 0,3 persen untuk pekan lalu, meskipun logam mencapai level tertinggi sejak 9 Mei di USD1,873,79 di awal sesi.
Prospek jangka menengah untuk emas adalah positif, kata Jigar Trivedi, analis komoditas di pialang Anand Rathi Shares yang berbasis di Mumbai.
Baca Juga: Emak-emak Pamer Gelang Emas Anti Mainstream, Netizen Sebut Mirip Sarung Tangan Thanos
"Pasar China telah dibuka kembali maka kami tidak mengesampingkan partisipasi ritel dan pasar mendiskon peristiwa kenaikan suku bunga Juni dan Juli," tambah Trivedi.
Sementara itu di pasar spot, harga silver turun 1,9 persen menjadi USD21,85 per ounce, turun hampir 1 persen untuk minggu ini. Platinum turun 1,4 persen menjadi USD1.008,35, namun naik 5,6 persen untuk minggu ini, kenaikan terbesar sejak Februari 2022.
Sedangkan harga Palladium turun 3,4 persen menjadi USD1,983,20 dan turun sekitar 3,8 persen untuk minggu ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar
-
RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang