Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, salah satunya melalui program kemitraan yang diinisiasi oleh pihak swasta.
Pasalnya, program kemitraan dapat menjamin jaminan serapan produk, inovasi, transfer teknologi, serta kestabilan harga yang diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kesejahteraan para petani tembakau.
Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Kementerian Pertanian, Ardi Praptono mengatakan melalui program kemitraan, petani tembakau akan mendapatkan pendampingan mengenai budidaya tembakau yang sesuai dengan kaidah standar dan transfer pengetahuan yang berguna dalam meningkatkan kualitas, produktivitas hingga implementasi teknologi yang mumpuni.
“Kita melihat di lapangan, teknologi yang ada, kemudian pengolahan atau pemrosesan daun tembakau yang mengikuti kaidah standar. Kemudian, juga ada inovasi dalam pemupukan. Ini menunjukkan satu bentuk kemitraan yang real di lapangan. Praktik ini memberi dampak nyata bagi kesejahteraan petani serta tetap memperhatikan kualitas tembakaunya,” kata Ardi dalam acara Tanam Raya Tembakau di Wonogiri, Jawa Tengah.
Melihat dampak positif dari adanya program kemitraan, Ardi berharap agar program ini menginspirasi lebih banyak pihak. Ia mendorong petani tembakau nonmitra untuk bergabung ke dalam program kemitraan agar mendapatkan fasilitas yang mendukung proses budidaya serta menghasilkan komoditas yang bermutu.
“Kami mendorong petani nonmitra untuk bergabung ke dalam program ini. Dengan bergabung menjadi mitra, petani akan mendapatkan manfaat dan keuntungan yang lebih dan dapat meningkatkan ekonomi keluarga petani,” jelas Ardi.
Menurutnya, program kemitraan yang sudah dijalankan oleh pihak swasta dapat menjadi contoh, seperti PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) yang telah bermitra dengan petani melalui perusahaan pemasok tembakau selama lebih dari satu dekade.
Kementan terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong produktivitas petani tembakau sehingga bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing global.
Saat ini, lanjut Ardi, pihaknya sedang menyiapkan program jaminan perlindungan produk tembakau melalui skema asuransi). Perlindungan ini ditujukan bagi petani yang mengalami gagal panen.
Baca Juga: Roadmap Industri Hasil Tembakau Nasional Harus Berpihak Pada Dunia Usaha
Hal ini penting mengingat tembakau, seperti kebanyakan komoditas, hasil panennya juga dipengaruhi oleh faktor iklim dan cuaca.
“Tanaman tembakau ini karakternya spesifik. Kita sedang siapkan skema dan mitigasi risikonya secara khusus dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Kita sudah berkomunikasi dengan provinsi penghasil tembakau untuk membicarakan program ini. Rencananya 2023 mulai berlaku,” terangnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya dukungan dan partisipasi dari para petani tembakau pada pelaksanaannya.
Adapun, pembiayaan program perlindungan ini akan diperoleh dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sehingga petani tembakau tidak terbebani dengan pembayarannya. Hal ini juga mendorong pemanfaatan cukai hasil tembakau dapat dirasakan oleh petani tembakau secara langsung.
“Premi asuransinya nanti dibayarkan dari DBHCHT. Dengan adanya program ini, petani tembakau bisa fokus memperhatikan kualitas hasil panennya. Setelah kita siapkan mitigasi risikonya, nanti akan didapatkan skema untuk program jaminan perlindungan tembakau,” jelas Ardi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya
-
Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar
-
Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo
-
Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!
-
Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional
-
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
-
IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau
-
BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen
-
Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%
-
DPR Dorong Buyback, Saham Bank Himbara Kompak Melesat, IHSG Ikut Terbang