Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjalin kerja sama dengan PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero Batam) dalam rangka piloting pemanfaatan layanan logistik digital di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kolaborasi antara kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini diresmikan melalui tanda tangan Perjanjian Kerja Sama (PKS), yang dilakukan di kantor Persero Batam.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh EVP Digital Business & Technology Telkom Syaiful Hidajat, dan SEVP Persero Batam Mohammad Iqbal, dan disaksikan langsung oleh Direktur Persero Batam Arham S Torik.
Melalui perjanjian ini, Persero Batam sebagai perusahaan yang bergerak di bidang usaha logistik dalam pengelolaan jasa penunjang kepelabuhan (bongkar muat, pergudangan, customs clearance), freight forwarding, dan pengembangan daerah industri di pulau Batam, akan memanfaatkan layanan logistik digital milik Telkom.
“Dengan memanfaatan Logee, kami ingin bertransformasi dan mengintegrasikan seluruh operasional logistik yang ada di Batam ke dalam satu platform yang sedang kita bangun, agar sektor logistik dan pengiriman barang di Batam bisa lebih cepat, aman, dan murah,” kata Iqbal.
Iqbal menceritakan, salah satu permasalahan yang selama ini dihadapi oleh ekosistem logistik di Batam ada pada proses pengiriman barang yang belum dapat terpantau secara digital. Sementara itu, layanan serupa sudah tersedia di platform Logee. Lewat aplikasi yang tengah dibangun oleh Persero Batam, Logee berupaya untuk menyelesaikan masalah-masalah logistik tersebut.
“Tidak sekadar mimpi, kami sudah mulai merealisasikan beberapa aplikasi melalui sistem yang kami agregasikan ke dalam satu platform,” ungkap Iqbal.
Di dalam PKS yang baru ditandatangani ini, tertuang kesepakatan untuk mengintegrasikan layanan logistik digital milik Telkom dengan platform milik Persero Batam sehingga bersama-sama dapat mengembangkan bisnis model baru yang lebih kompetitif dan sesuai dengan bisnis model yang ada di Batam.
Syaiful menjelaskan, kehadiran Logee tidak merubah platform yang sudah dibangun oleh Persero Batam, tetapi justru akan mengakselerasi ekosistem digital sektor logistik di Batam dalam mengintegrasikan data ke dalam satu platform.
Baca Juga: Di Puncak Ulang Tahun ke-57, Telkom Akan Hadirkan Metaverse Mall dalam Digiland 2022
“Logee bisa dimanfaatkan oleh Persero Batam untuk menyelesaikan permasalahan logistik yang ada. Misalnya pemantauan proses pengiriman barang. Dengan memanfaatkan Logee, pemilik barang tidak kperlu hawatir karena pengiriman bisa dipantau dengan aman sampai ke tujuan,” jelasnya.
Syaiful berharap, kolaborasi antara Telkom dan Persero Batam bisa terjalin dengan mesra dalam jangka panjang dan produk-produk digital Telkom lainnya bisa ikut menggairahkan ekosistem digital di Kota Batam.
“PKS ini membuka gerbang baru bagi Telkom dan Persero Batam untuk bersama-sama memaksimalkan ekosistem digital sehingga mampu meningkatkan perekonomian di Kota Batam,” tandas Syaiful.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun