Suara.com - Harga minyak dunia anjlok pada perdagangan hari Selasa karena data ekonomi memicu kekhawatiran tentang potensi resesi global.
Sementara pasar menunggu kejelasan pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan yang dapat memungkinkan lebih banyak ekspor minyak Iran.
Mengutip CNBC, Rabu (17/8/2022) minyak mentah berjangka Brent mengakhiri hari 2,9 persen lebih rendah pada USD92,34 per barel, setelah mencapai sesi tertinggi USD95,95.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediatemengakhiri hari 3,2 persen lebih rendah pada USD86,53 per barel. Kontrak turun sekitar 3 persen di sesi sebelumnya.
"Uni Eropa sedang menilai tanggapan Iran terhadap apa yang disebut blok itu sebagai proposal “final” untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015, dan berkonsultasi dengan Amerika Serikat," kata seorang juru bicara Uni Eropa, Selasa.
Iran menanggapi proposal itu pada Senin malam, tetapi baik Teheran maupun UE tidak memberikan perincian tentang isi balasan.
“Masih belum jelas apa yang dikatakan Iran kepada Uni Eropa tadi malam, sehingga beberapa item rumit mungkin berdampak pada hasil kesepakatan nuklir,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.
Sejumlah indikator ekonomi yang lemah membebani harga minyak. Pembangunan rumah AS jatuh ke level terendah dalam hampir 1-1/2 tahun di bulan Juli, terbebani oleh tingkat hipotek yang lebih tinggi dan harga bahan bangunan, menunjukkan pasar perumahan dapat berkontraksi lebih lanjut pada kuartal ketiga.
“Pedagang minyak bereaksi karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan perumahan menggunakan energi,” kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures.
Baca Juga: Data Ekonomi China Mengecewakan, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen
Sementara itu Bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman untuk mencoba menghidupkan kembali permintaan karena ekonomi negara itu melambat secara tak terduga pada Juli setelah kebijakan nol-COVID Beijing dan krisis properti memperlambat aktivitas pabrik dan ritel.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar