Suara.com - Terdaftar menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai peserta Pekerja Penerima Upah dari anggota TNI, Eko Rudianto (38) telah merasakan manfaat kartu JKN miliknya. Pria yang berdinas di Kodim 0820 Probolinggo ini berbagi pengalaman mendapatkan pelayanan saat dirinya terpeleset dirumah dan mengakibatkan tangannya cidera patah tulang.
Sebagai anggota TNI, tentunya kondisi fisik dan jasmani yang prima menjadi modal utama untuk menjalankan kegiatan kedinasan. Hal tersebut yang selalu dijaga oleh Eko. Namun musibah datang tanpa aba–aba, Eko saat itu sedang kegiatan ringan di rumah dan dirinya terpleset hingga mengakibatkan tulang pergelangan tangan kiri mengalami patah tulang. Sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.
“Saat itu saya terpleset, dan tangan saya posisi nahan tapi salah posisi jadi patah tulang. Langsung saya bawa ke UGD (Unit Gawat Darurat) untuk di periksa dan hasilnya menunjukan tulang tangan saya patah, sehingga untuk penanganan lebih lanjut, saya harus dioperasi pemasangan pen. Ini pertama kalinya saya merasakan manfaat Program JKN yang luar biasa,” jelas Eko.
Eko segera mendapatkan jadwal operasi yang dilakukan esok harinya. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit untuk pemulihan pasca operasi, kondisinya mulai membaik dan dinyatakan bisa pulang.
“Pas saya jatuh dan ternyata patah tulang itu jujur mikir berapa nanti habisnya? Apa bisa dijamin BPJS Kesehatan? dan saat melengkapi administrasi pembayaran, tidak terbayangkan sama sekali operasi pemasangan pen itu sepenuhnya dijamin oleh BPJS Kesehatan. Alhamdulillah saya tidak dibebankan biaya apapun,” tambah Eko.
Dari kejadian yang menimpanya, Eko sangat beruntung telah memiliki kartu JKN. Tidak bisa dibayangkan sebagai anggota TNI yang sering berdinas dimanapun ditempatkan jika keluarga atau dirinya sakit dan tidak memiliki penjaminan kesehatan, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan. Manfaat dari JKN telah didapatkan Eko dan dirinya benar–benar bersyukur.
“Saya sekeluarga kepinginnya sehat terus, tapi semua itu takdir yang tentukan. Minimal saya dan keluarga sudah punya perlindungan jika ada keluhan kesehatan lainnya. Setelah saya gunakan, ternyata Banyak manfaat dari JKN, ya administrasi, biaya obat, rawat inap sampai sembuh, dan semua itu dijamin JKN. Tidak ada ruginya menjadi peserta BPJS Kesehatan,” tutup Eko.
Berita Terkait
-
Aplikasi Mobile JKN Mudahkan Rahmat Mengambil Antrean Pelayanan di Rumah Sakit
-
Cerita Warga Suku Baduy: JKN Mempermudah Kami Menjangkau Akses Kesehatan
-
Menjemput Kebaikan JKN-KIS Tak Perlu Menunggu Sakit
-
Apakah Iuran BPJS Kesehatan Bisa Dicairkan? Begini Penjelasan Lengkapnya
-
Program JKN-KIS Bantu Pasien Gagal Ginjal Kronis untuk Cuci Darah
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ekonom Bongkar Biang Kerok Lemahnya Rupiah: Aturan DHE SDA Prabowo Terhambat di Bank Indonesia
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
-
Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal