Suara.com - PT KAI Commuter Indonesia (KCI) menanggapi adanya pria yang jadi korban pelecehan seksual oleh pria lain di KRL. Pelecehan seksual itu terjadi di perjalanan Commuterline lintas Tanah Abang – Sudirman.
Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan, KAI Commuter siap memberikan dukungan penuh dengan melindungi dan mendampingi korban untuk menindaklanjuti ke proses hukum.
Sebelumnya, atas unggahan korban di media sosial kejadian tindak asusila tersebut terjadi di dalam perjalanan Commuterline No.5026B relasi Angke-Cikarang sekitar pukul 09.07 WIB.
"KAI Commuter mengajak kepada seluruh pengguna Commuterline untuk saling peduli kepada situasi sekitar. KAI Commuter juga mengimbau untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas jika ada indikasi tindak asusila," ujar Leza dalam keterangannya di Jakarta Kamis (1/9/2022)
Untuk mencegah hal itu tidak terjadi lagi, tutur dia, KAI Commuter memasang cctv analytic di stasiun untuk memantau pelaku yang sudah menjadi data base di sistem sehingga apabila pelaku terekam dalam CCTV analytic masuk Stasiun akan tidak diperbolehkan masuk.
Selain itu, kata Leza, menugaskan petugas pengamanan baik di dalam perjalanan Commuterline serta di wilayah stasiun dan bekerjasama dengan pihak wajib untuk melaporkan setiap kejadian tindak asusila di dalam commuter line dan stasiun.
"Meski demikian, KAI Commuter juga tetap meminta pelanggan agar tetap waspada dan melaporkan kepada petugas jika terjadi tindakan asusila atau tindakan yang melanggar norma-norma agama," ucap dia.
Viral
Sebelumnya, aksi pelecehan seksual kembali terjadi di dalam KRL. Kali ini, dugaan pelecehan yang dilakukan seorang pria tersebut juga menyasar ke korban pria.
Baca Juga: Pihak KAI Merespon Insiden Pelecehan Seksual Sesama Jenis: Akan Dampingi Korban dalam Proses Hukum
Kejadian itu viral di media sosial dan dibagikan oleh akun Instagram, @jalur5. Akun tersebut mengunggah gambar beserta kronologi kejadian pelecehan seksual tersebut.
Pada slide pertama terdapat foto seorang pria memakai jaket berwarna hijau, topi, dan tangannya yang memegang ponsel genggam tampak menutupi bagian wajah. Diduga gambar pria tersebut merupakan pelaku pelecehan seksual dalam rangkaian KRL tersebut.
"Terjadi pelecehan seksual laki-laki ke laki-laki di KRL @commuterline seri TM 6000, 60xx Blue Line Angke-Cikarang," tulis akun tersebut sebagaimana dikutip Suara.com, Selasa (30/8/2022).
Dalam narasi unggahan, disebutkan aksi pelecehan seksual tersebut terjadi dalam rangkaian KRL dengan trayek Angke-Cikarang. Pelaku melancarkan aksinya ketika KRL melaju dari Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Karet.
"Lalu meraba-raba korban saat mendekati Stasiun Karet," tulis akun tersebut.
Akun itu menuliskan kalau korban langsung turun di Stasiun BNI City. Dalam keterangan di unggahan itu, korban disebutkan memberanikan diri untuk berbicara melalui akun Twitternya setelah beberapa waktu memulihkan diri.
Berita Terkait
-
Pihak KAI Merespon Insiden Pelecehan Seksual Sesama Jenis: Akan Dampingi Korban dalam Proses Hukum
-
Viral Penumpang Pria Ngaku Dilecehkan Di Rangkaian KRL Relasi Angke-Cikarang, Begini Respons KAI
-
Pemprov DKI Buka Peluang Ajak KRL Gabung Tarif Integrasi Transportasi Rp10 ribu
-
Viral! Oknum Ojol Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada Wanita Korban Kecelakaan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global