Suara.com - Sebanyak 45 kepala desa, lurah dan camat dari Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Semarang.
Ganjar mengemukakan, pertemuan itu terkait program studi banding yang sedang dilakukan ke-45 kepala desa itu di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah.
"Ini ada Dinas Permades Kabupaten Dompu, NTB, kepala desa dan camat. Mereka lagi belajar di Desa Ponggok, Klaten. Banyak hal yang mereka ingin belajar bersama intinya soal pengelolaan pemerintahan, dana desa transparan, akuntabel dan manfaat," ujar Ganjar usai pertemuan.
Seperti diketahui, Desa Ponggok merupakan salah satu desa yang pernah menjadi salah satu desa terkaya di Indonesia. Desa Ponggok mampu memaksimalkan potensi desa dari desa yang berpendapatan rendah, menjadi desa berpendapatan sangat tinggi.
Ganjar mengatakan, hal itu dikarenakan di era serba digital, salah satu faktor yang mampu meningkatkan pendapatan daerah yaitu dengan memanfaatkan ruang promosi secara digital.
"Kita ada problem bagaimana mengelola lingkungan, terus desa wisata bagaimana mempromosikan daerahnya di dunia digital sangat penting," kata Ganjar.
Oleh sebab itu, Ganjar memaparkan salah satu programnya yakni desa kembar untuk dipelajari perihal optimalisasi potensi desa, pengelolaan keuangannya serta inovasi yang wajib dilakukan setiap kepala daerah agar banyak wisatawan yang masuk ke daerahnya.
Ganjar juga menawarkan program desa kembar yang berada di Klaten agar bisa menjadi program percontohan yang dapat direplikasi di desa-desa di Dompu, NTB.
"Maka tadi saya tawarkan, yuk belajar yang istilah saya desa kembar itu. Sehingga bisa belajar desa wisatanya, pengelolaan keuangannya, inovasinya. Dengan cara itu, harapan kita majunya bareng-bareng," tutur Ganjar.
Baca Juga: Ganjar Bangun Infrastruktur Desa, Warga: Bukti Pemimpin yang Cintai Rakyatnya
Sementara itu, salah satu Kepala Desa Calabai, Kecamatan Petak, Kabupaten Dompu bernama Saifuddin Zuhri menyebutkan, banyak kesamaan antara desa-desa yang berada di Jawa Tengah dan di Dompu. Sehingga, program desa kembar yang ditawarkan Ganjar akan segera dikembangkan di daerahnya.
"Hasil studi kami di Desa Ponggok juga akan sesuai dengan arahan dari Bapak Gubernur insya Allah (desa kembar) akan kami jadikan prioritas. Karena ada banyak kesamaan karakter desa, sehingga desa kembar bisa jadi solusi untuk kami kembangkan di Dompu," ucap Zuhri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Pemerintah Telah Pasang 196 Jembatan Darurat di 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatera
-
Tambang Martabe Mau Diambil Alih, Agincourt Resources Bicara Hak dan Kewajiban
-
Danantara Tugaskan PGN ke Bisnis Midstream dan Hilir Migas
-
Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
-
Izin Tambang untuk Ormas Picu Polarisasi, Tapi Tak Sampai Pecah Organisasi
-
Danantara Respon Anjloknya Pasar Saham RI, Mau Guyur?
-
Istana: PT Perminas Akan Kelola Banyak Tambang, Bukan Cuma Martabe
-
Daftar Jajaran Direksi Perminas, Ada Petinggi Emiten Bakrie
-
Pindah Kantor di BEI, OJK Akan Tendang Keluar Bursa Emiten yang Langgar Aturan Free Float
-
Wacana Tambang Martabe Dikelola Perminas akan Diputuskan Lewat Rapat Antar-Kementerian