Suara.com - Nelayan di Natuna kini bagai 'dijajah' di negeri sendiri. Pasalnya, saat nelayan asing bebas mencuri ikan di wilayah Natuna, nelayan lokal justru dihadang oleh Kapal Coast Guard China di Laut Sendiri.
Peristiwa ini dilaporkan beberapa hari lalu. Kapal pengaman China itu diduga mengintimidasi nelayan Indonesia saat mereka mencari ikan di perairan Indonesia.
"Kami diadang oleh kapal Coast Guard China dan kapal itu kelilingi kami. Kalau bukan untuk menakut-nakuti kami, apa tujuannya itu," kata Dedi, dikutip dari Batamnews --jaringan Suara.com.
Namun, meski ia mengakui sempat takut, ia dan kawan-kawan sesama nelayan mengaku tidak gentar karena mereka berada di wilayah perairan Indonesia dan tidak melakukan pelanggaran.
"Saya tidak takut, saya terus saja, tapi malam mereka datang lagi mendekat, itu terjadi pada tanggal 8 September seperti yang dalam video itu," kata Dedi.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya kapal penjaga pantai milik China itu berada di titik koordinat 06'15.394 N 109'37.320 E.
Ia mengatakan, selama 13 hari berada di laut, Dedi mengaku melihat kapal ikan asing milik Vietnam dan Taiwan melakukan penangkapan ikan di laut Natuna Utara
"Sejak akhir Agustus lalu kami temukan kapal Vietnam ada 16 buah, 3 kapal lengkong dan satu kapal ikan Taiwan," kata Dedi.
"Salah satu kapal ikan berbendera Vietnam saat saya dekati bisa berbahasa indonesia, dia bilang Natuna baik baik ya, Batam the best," sambung dia.
Baca Juga: Cak Imin Komentar Soal Kapal Asing di Natuna Mondar-mandir, Susi Pudjiastuti Beri Komentar Menyindir
Bahkan, ia juga memperlihatkan video saat kapal-kapal asing dengan bebas mencuri ikan di wilayah Indonesia dengan Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara.
Berita Terkait
-
Buah Genit Penghilang Stres, Kesemek!
-
Presiden China ke Luar Negeri Pertama Kalinya Sejak Pandemi
-
Putin dan Xi Jinping akan Bahas Perang Ukraina saat Bertemu di Uzbekistan Pekan Ini
-
Pecinta Pedas Wajib Merapat! Tantang Ketahanan Lidahmu dengan Sup Mala Khas Masakan China di Sini
-
Diduga Berpacaran, Paparazi Beberkan Kedekatan Chen Duling dan Wang Xichao
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja