Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) tandatangani perjanjian kerjasama pembiayaan distributor dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), dalam upaya memberikan kemudahan akses dan fasilitas bagi seluruh distributor Pupuk Kaltim untuk pendanaan penyaluran pupuk bagi petani. Kerjasama ditandatangani Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, bersama Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna di Jakarta.
Diungkapkan Qomaruzzaman, kerjasama ini digagas agar para distributor mampu menjalankan kewajiban penyaluran pupuk kepada petani secara optimal, khususnya di wilayah distribusi masing-masing. Kemudahan akses pembiayaan dan fasilitas pengalihan utang diberikan sebagai bentuk dukungan Pupuk Kaltim bagi distributor pasca pandemi Covid-19, sehingga kedepan ketahanan pangan nasional mampu terjaga secara optimal dengan tersalurkannya pupuk bagi petani di daerah.
Adanya kemudahan akses permodalan diharapkan dapat semakin memacu kinerja seluruh distributor Pupuk Kaltim, agar ketersediaan pupuk bagi petani terpenuhi sesuai kebutuhan dan alokasi yang ditetapkan.
"Dari kerjasama ini, produktivitas distributor dan agen Pupuk Kaltim di Indonesia diharap berjalan lebih optimal seiring terpenuhinya kebutuhan modal kerja," kata Qomaruzzaman.
Dijelaskan Qomaruzzaman, saat ini Pupuk Kaltim memiliki ratusan mitra distributor yang tersebar di seluruh wilayah tanggung jawab distribusi perusahaan. Diantaranya distributor aktif korporat sebanyak lebih dari 60 mitra usaha dan distributor retail sebanyak 345 mitra. Dari total tersebut, beberapa distributor sangat membutuhkan pendanaan tambahan dari lembaga keuangan untuk menjalankan kewajiban sebagai penyalur pupuk kepada petani.
Dukungan akses permodalan diberikan karena distributor memiliki peranan penting bagi Pupuk Kaltim dalam menjalankan tugas penyaluran pupuk hingga ke petani. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi kelangkaan pasokan, dan produk Pupuk Kaltim bisa diakses dengan mudah oleh petani di seluruh wilayah pemasaran.
"Melalui dukungan pembiayaan yang diberikan, penyaluran pupuk yang tepat sasaran mampu tercapai dengan baik, sehingga produktivitas pertanian dan profitabilitas petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional turut meningkat," tambah Qomaruzzaman.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan pertanian dan perkebunan menjadi salah satu sektor yang dibidik perseroan, guna meningkatkan kontribusi BSI dalam hal green economy. Adanya kesinambungan pertanian dan perkebunan yang dikelola dengan baik, maka sektor ini akan memberikan dampak positif untuk kemajuan ekonomi yang berkelanjutan.
Pada tahap awal, BSI menyiapkan pendanaan lebih dari Rp 100 Miliar guna mendorong para distributor pupuk naik kelas. Dari kerja sama Pupuk Kaltim bersama BSI, diharap akses permodalan yang diberikan mampu meningkatkan produktivitas distributor dan agen pupuk di Indonesia, sehingga makin memudahkan penyaluran pupuk hingga ke petani.
Baca Juga: Borneo FC Dapat Suntikan Sponsor Baru dalam Misi Juara BRI Liga 1
"BSI telah menyiapkan skema pembiayaan berbasis syariah untuk lebih dari 300 perusahaan distributor Pupuk Kaltim, khususnya terhadap distributor pupuk non subsidi," ungkap Anton.
Selain menjadi mitra dalam mengakses permodalan, BSI juga telah menyiapkan serangkaian strategi untuk meningkatkan supply chain perdagangan pupuk Indonesia. Beberapa strategi itu di antaranya pendampingan skill dan kompetensi petani daerah, literasi dan inklusi perbankan syariah untuk supplier pupuk.
"Pupuk merupakan komoditas perdagangan yang memiliki peran penting untuk sektor pertanian dan perkebunan. Hal ini menjadi salah satu fokus pembiayaan BSI, guna mendorong kemajuan pertanian dan perkebunan di Indonesia," terang Anton.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini