Suara.com - Startup rantai pasok makanan, Jaring Pangan Indonesia meraih pendanaan pre-Series A dari Gayo Capital sebesar USD11,5 juta. Pendanaan ini untuk mengembangkan model bisnis baru JaPang yang berbasiskan Sustainable Web3.
CEO JaPang Tjong Benny mengatakan, sejak awal, JaPang fokus menggarap pasar B2B dan B2B2C melalui aplikasi JaPang Wholesale dan Program Jawara (JaPang Warung Rakyat) dengan mengembangkan strategi private label untuk produk-produk utamanya seperti Beras dan Daging Ayam Beku dengan merk Bang Japang dan Jap Chicken.
Selain itu produk tersebut, JaPang juga menyediakan telur, gula, garam dan bahan pokok makanan lainnya yang dibutuhkan secara rutin oleh rumah tangga di Indonesia.
Potensi konsumsi beras nasional senilai USD 22 Miliar (2020) dan daging ayam nasional USD6,3 Miliar (2020), menjadi salah satu alasan utama JaPang memilih produk tersebut untuk pasar B2B dan B2B2C mereka ditambah dengan produk-produk pendukung lainnya yang memiliki potensi yang juga sama.
"Pada awal berdirinya JaPang fokus pada produksi dan pendistribusian produk bahan pokok makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan kemudian memperkuat bisnis kami dengan digitalisasi rantai pasok bahan pokok makanan ke pasar B2B dan B2B2C," ujar Benny di Jakarta, Kamis (6/10/2022).
Sementara, Chairman JaPang, Edison Tobing menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk memperkuat pertumbuhan bisnis JaPang, JaPang telah menunjuk serial-investor & tech-veteran Ishara Yusdian dari Gayo Capital sebagai penasihat bisnis.
"Dengan latar belakang Ishara yang lebih dari satu dekade sebagai venture builder di pasar Australia, Selandia Baru, Amerika Utara, dan negara-negara di Asia Tenggara, Ishara akan membantu kami dalam memperkuat model bisnis dan operasional JaPang sehingga siap memasuki perjalanan Sustainable Web3," kata dia.
Seiring dengan perjalanan Web3, di mana digital/aset kripto semakin diterima oleh masyarakat, JaPang telah menetapkan beberapa rencana strategis untuk menjadikan transaksi bisnis dengan para pelanggan B2B dan Jawara sebagai smart contract untuk penerbitan Token Komoditas dan Koin JaPang.
Penerbitan Token Komoditas dan Koin JaPang merupakan aksi korporasi yang besar bagi perusahaan dan penerbitan ini adalah strategi yang tepat untuk masa depan JaPang.
Baca Juga: Dikunjungi Presiden, Start Up ini Beri Solusi Terhadap Isu Ketahanan Pangan
Untuk memandu JaPang dalam merealisasikan perjalanan ini, kami senang dapat bermitra dengan Gayo Capital sebagai pionir VC yang fokus investasinya saat ini dalam portofolio Sustainable Web3 Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!