Suara.com - Hasil kopi yang berlimpah di wilayah Aceh dan banyaknya minat anak muda dan masyarakat menjadi barista membuat UKM Sahabat Sandi Aceh menggelar pelatihan Bisnis & Barista Kopi Khas Aceh. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Superkey Consulting Group dan IPEMKA yang berlangsung di Jalan Sultan Malikul Saleh, Kota Banda Aceh, Aceh.
Dalam pelatihan yang digelar, para peserta diberi kesempatan untuk mempelajari dan berlatih membuat kopi. Selain itu juga dibekali materi mengenai kopi, mulai dari jenis - jenis hingga bentuk kopi.
Rion Saputra, Ketua UKM Sahabat Sandi Aceh mengatakan, pelatihan tersebut guna menciptakan lapangan pekerjaan, menaikan ekonomi, hingga peluang usaha bagi para milenial di Aceh. Ia juga mengungkapkan mengenai produksi kopi yang berlimpah, dengan begitu anak muda harus bisa memanfaatkan peluang tersebut.
"Ini untuk menciptakan potensi dari segi ekonomi finansial, kreatifitas dan inovasi. Selain itu untuk meningkatkan skill up bisnis kopi mereka baik yang dari pemula ataupun yang sudah punya coffee shop sehingga mereka bisa menambah skill lagi untuk bisnisnya," kata Rion.
Program - program Sandiaga Uno dalam menciptakan peluang pekerjaan menjadi motivasi masyarakat khususnya anak muda untuk berinovasi. Rion mengungkapkan, sosok Sandiaga Uno menjadi contoh untuk terus menciptakan lapangan pekerjaan, selaras dengan itu UKM Sahabat Sandi Aceh ingin turut mendukung upaya Sandiaga dengan mengadakan pelatihan agar terciptanya generasi muda yang kreatif dan mandiri.
"Dari targetnya Pak Sandi itu di tahun 2022 menciptakan lapangan kerja 1,1 juta, dan di tahun 2024 Pak Sandi menargetkan 4,4 juta lapangan pekerjaan. Untuk menciptakan itu semua, kita turut mendukung dengan mengadakan pelatihan - pelatihan seperti ini," kata Rion.
Sementara itu, Anggi Nazbila, salah satu peserta mengaku bercita - cita untuk membuat bisnis kopi. Dengan mendatangi pelatihan tersebut, ia bisa mempelajari dunia kopi sehingga bisnis kopi yang diinginkan hasilnya bisa di ekspor keluar negeri.
"Sangat membantu untuk kita para milenial tentunya yang ingin membuka usaha bisnis kopi, supaya kita bisa mempelajari khasiat - khasiat kopi dan cara buat kopi sebagai barista. Saya rencana mau buka bisnis kopi, karena bisnis kopi kan sangat luas bisa di eskpor ke luar negeri dan tentunya banyak peminat kopi di luar sana," kata Anggi.
Maraknya peminat kopi di Indonesia, profesi barista menjadi profesi yang sangat digemari masyarakat. Dengan begitu, pelatihan tersebut akan terus berlanjut untuk merangkul anak - anak muda dan masyarakat yang membutuhkan skill barista atau membuat kopi demi kenaikan ekonomi.
Baca Juga: Ciptakan Banyak Lapangan Kerja Baru di Nganjuk, Sandiaga Resmikan The Carnival Bersama Hipmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?
-
Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG