Suara.com - PT Techno9 Indonesia Tbk, perusahaan di sektor perdagangan komputer dan perlengkapannya, mencatatkan laba bersih sebesar Rp774,2 juta hingga April 2022. Laba itu naik drastis jika dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang masih rugi Rp72,7 juta.
Direktur Operasional PT Techno9 Indonesia, Merry Kandou mengatakan, raihan laba itu disumbang dari pendapatan hingga April 2022 yang mencapai Rp4,83 miliar atau naik 794,31% jika dibandingkan dengan pendapatan yang periode yang sama tahun 2021.
Dia memaparkan, penjualan perangkat keras masih menjadi kontributor tertinggi. Selain itu, tidak terlepas dari pemulihan ekonomi secara makro di mana pada tanggal 30 April 2022 kondisi Covid-19 sudah berangsur-angsur membaik dibandingkan dengan kondisi COVID-19 pada tanggal 30 April 2021.
Hal ini diakuinya telah memberikan dampak pada permintaan para pelanggan yang meningkat khususnya pada segmen perangkat lunak seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi di Indonesia.
"Para pelanggan Perseroan mulai aktif untuk membeli perangkat lunak seiring dengan kebutuhan pelanggan dalam menghadapi transformasi digital. Hal itu mendorong tingginya penjualan pada segmen perangkat lunak Perseroan pada periode yang berakhir di tanggal 30 April 2022," ujar Merry dalam keterangannya, Senin (24/10/2022).
Perseroan juga mencatat rasio-rasio keuangan yang cukup kuat tercermin dari rasio pertumbuhan pendapatan yang pada tahun 2021 sebesar 243,73% dan pada April 2022 mencapai 794,87% dibandingkan dengan April 2021.
Demikian juga, rasio laba usaha terhadap pendapatan atau Gross Profit Margin (GPM) Perseroan yang pada pada April 2022 sebesar 43,25%, rasio laba komprehensif terhadap pendapatan sebesar 16,22% pada April 2022 dan Operating Profit Margin (OPM) atau rasio laba usaha terhadap pendapatan pada April 2022 tercatat 24,46%.
Posisi aset Perseroan pada April 2022 tercatat Rp20,2 miliar atau naik 4,58% dibandingkan dengan jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 yang sebesar Rp19,3 miliar.
Sedangkan total liabilitas Perseroan pada tanggal 30 April 2022 sebesar Rp4,35 miliar, naik tipis sebesar 2,41% dari posisi total liabilitas pada 31 Desember 2021 yang sebesar Rp4,25 miliar. Kenaikan tersebut karena liabilitas jangka pendek yang naik sebesar Rp79,84 juta.
Baca Juga: Emiten WIFI Tuntaskan Proyek Serat Optik Ring-1 Sepanjang 550 Kilometer
Sementara itu Ekuitas Perseroan pada tanggal 30 April 2022 sebesar Rp15,89 miliar, atau naik 5,18% dibandingkan ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp15,11 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penurunan pada saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Sumber likuiditas Perseroan bisa diperoleh dari kas internal atau eksternal yang berasal dari aktivitas operasi, investasi maupun aktivitas pendanaan. Sementara itu Perseroan pada tanggal 30 April 2022 memiliki kas dan setara kas sebesar Rp687,10 juta.
Merry menambahkan, dengan IPO, Perseroan akan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan didukung oleh berbagai strategi yang diluncurkan perusahaannya tahun depan yaitu penjualan produk aplikasi Kesehatan dan Pendidikan.
Adapun, saat ini perseroan sedang dalam proses penawaran awal yang berlangsung pada 20-25 Oktober 2022. Dalam penawaran tersebut Perseroan menjual sebanyak banyaknya 432.000.000 saham atas nama atau 20,03% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai nominal Rp10.
"Tahun depan, kami targetkan pertumbuhan double digit, baik dari pendapatan maupun laba bersih," pungkas Merry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil