Suara.com - Harga saham Facebook yang terakumulasi dalam perusahaan teknologi, Meta anjlok dalam sepekan terakhir. Kini, Facebook tak lagi berada dalam daftar 20 perusahaan paling berpengaruh di Amerika Serikat.
Harga sahamnya yang kini USD 99,20 kalah jauh dari perusahaan FnB Coca Cola dan perusahaan konstruksi Home Depot. Penurunan yang terjadi secara terus-menerus sepanjang 2022 ini membuat Facebook kehilangan 70% dari total nilainya.
Padahal, pada 2021 silam atau saat Meta pertama kali diluncurkan, nilai valuasi perusahaan mencapai USD 1 triliun. Nilai ini menempatkan Facebook sejajar dengan perusahaan teknologi lain seperti Microsoft dan Amazon. Banyak analis mengatakan nilai Facebook terjun bebas setelah kehilangan banyak pendapatan dari sektor iklan.
CEO Mark Zuckerberg juga perlu menginvestasikan uang yang tidak sedikit untuk pengembangan Meta di masa depan yang ingin membangun dunia metaverse.
Di sisi lain, unit pengembang metaverse, Meta's Reality Labs diketahui telah merugi USD 9,4 miliar dolar sepanjang tahun ini. Bukti tersebut membuat para investor pesimis Meta mampu memperbaiki kinerja, sekaligus menaikkan harga saham Facebook, dalam beberapa tahun ke depan.
CNBC International menyebutkan, setahun yang lalu Mark Zuckerberg sudah membuat taruhan besar pada metaverse, mengumumkan perubahan nama perusahaannya dari Facebook menjadi Meta.
Langkah tersebut telah mengakibatkan kerugian miliaran dolar bagi perusahaannya, dan "pengusaha metaverse" yang berbondong-bondong ke dunia virtual perusahaan untuk menghasilkan uang di kehidupan nyata. Namun, kenyataan berkata sebaliknya.
Laporan pendapatan kuartalan terbaru Meta mengungkapkan bahwa divisi metaverse perusahaan telah kehilangan $9.4 miliar tahun ini. Zuckerberg mengatakan dia memperkirakan kerugian itu akan terus menumpuk saat dia melanjutkan pekerjaan membangun metaverse.
Platform metaverse di dalam Meta, Horizon Worlds dilaporkan telah berjuang untuk menarik dan mempertahankan pengguna. Saat ini sistem tersebut memiliki kurang dari 200.000 pengguna aktif bulanan. Padahal perusahaan menargetkan mereka dapat merekrut setidaknya 500.000 pengguna, menurut The Wall Street Journal. Ini berarti capaian metaverse sangat jauh di bawah target.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmi Luncurkan Metaverse yang Langsung Terhubung dengan IKN
Horizon Worlds mungkin tidak memiliki jutaan pengguna, tetapi komedian Aaron Sorrels yang telah memanfaatkan metaverse mengatakan jumlah orang yang mengunjungi klub komedi yang dia buat di platform tersebut relatif stabil.
Ada banyak kelompok amatir dan profesional tampil dalam platform tersebut. Dalam sepekan penuh terakhir klub, Sorrels mengatakan dia menyambut total 15.000 pengguna, yang rata-rata tinggal selama 20 menit.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Mark Zuckerberg Anjlok di Daftar Orang Terkaya Dunia, Hartanya Raib Rp 171 Triliun
-
Presiden Joko Widodo Resmi Luncurkan Metaverse yang Langsung Terhubung dengan IKN
-
Mau Main Saham Halal Berkinerja Oke? BEI Luncurkan IDX Sharia Growth, Nih!
-
Betah di Zona Hijau, IHSG Awal Pekan Ini Menguat 0,61 Persen ke Level 7.098
-
Mengenal "Jagat Nusantara", Begini Cara Masuk Metaverse IKN yang Diluncurkan Jokowi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM
-
Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru
-
Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun
-
Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas
-
Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah