Bisnis / Makro
Senin, 12 Desember 2022 | 14:46 WIB
Ilustrasi sedang piknik di pantai (Pexels/PNW/Production)

Suara.com - Masyarakat Indonesia ternyata dicap sebagai orang yang jarang berlibur atau kurang piknik. Hal ini berdasarkan data yang dihimpun oleh Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau Injouney, masyarakat Indonesia  kalah dengan China.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Rosadi Harman menjelaskan, jumlah perjalanan wisata nusantara per penduduk lebih kecil dibandingkan dengan jumlah perjalanan wisatawan negara lain seperti Malaysia hingga China.

"Kita mendata orang Indonesia kurang piknik. Jadi per penduduk cuma 2,6 kali (perjalanan)," ujar Herdy di Jakarta, Senin (12/12/20222).

Adapun, data itu juga diolah dari data orld Tourism Organization (UN-WTO) yang dirilis pada 2019 lalu atau 4 tahun belakangan.

Menurut Herdy, seharusnya masyarakat Indonesia gemar piknik di dalam negeri ketimbang harus ke luar negeri. Terlebih saat ini, banyak destinasi wisata yang menarik dikunjungi.

Dia berharap, dengan masyarakat Indonesia gencar piknik di dalam negeri, maka angka per penduduk bisa lima kali perjalanan. Angka itu, hampir sama dengan angka perjalanan di China yang melebihi lima kali perjalanan per penduduk.

"Itu berdasarkan simulasi yang menunjukan peningkatan hingga 5 kali akan mendorong dampak ekonomi langsung di kisaran Rp3.281 triliun atau setara 18,4% dari PDB nasional" pungkas dia.

Load More