Suara.com - Sejumlah komoditas pangan tercatat mengalami kenaikan, situasi ini membuat ekonomi rumah tangga terjepit. Oleh sebab itu, relawan Sahabat Sandi Lamongan memperingati Hari Ibu dengan menggelar aksi Bazar Sembako Murah dalam membantu perekonomian keluarga.
Ketua Sahabat Sandi Lamongan, Pradita Aditiya menjelaskan program ini dilakukan guna meringankan beban masyarakat Desa Blimbing di tengah kenaikan kebutuhan pokok. Mereka hadir menukar kupon untuk mendapatkan harga sembako yang lebih murah dibandingkan di pasaran.
"Kami menyediakan ratusan paket sembako murah, dengan menebus hanya Rp25.000 dari harga Rp100.000. Di Desa Blimbing mayoritas pekerja sebagai nelayan, sehingga program ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah harga sembako yang serba mahal," kata Pradita di Toko Jajanan, Desa Blimbing, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Lebih lanjut, Pradita menilai Sandiaga dapat dinobatkan menjadi pemimpin Indonesia dimasa akan datang. Dikarenakan sosoknya yang memikirkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat.
"Para pembeli sangat bahagia karena adanya sentuhan langsung dari Pak Sandi, beliau berharap harga bahan pangan dapat stabil kembali. Bangsa Indonesia sangat membutuhkan sosok pemimpin yang memikirkan masa depan," ujar Pradita.
Sementara itu, salah satu pembeli sembako, Iim (38) merasa senang adanya program ini. Sebab ia kesulitan mengatur masalah finansial keluarga akibat tingginya harga bahan pokok.
"Senang sekali adanya bazar sembako murah. Pertama kali saya mengetahui harga sembako mahal, ini bingung, karena penghasilan kurang sedangkan kebutuhan pokok semakin meningkat jadi sebagai seorang ibu juga susah mengelola ekonomi," ucap Iim.
Di saat yang sama, masyarakat Desa Blimbing menyampaikan terima kasih kepada Sandiaga Uno dan relawan Sahabat Sandi. Mereka pun mengutarakan sangat mengidolakan Sandiaga.
Pada kegiatan ini berkolaborasi dengan Cak Rian Foundation dalam membantu ibu-ibu menjangkau harga bahan pokok.
Baca Juga: Meski Dilirik PPP, Mengapa Sandiaga Uno Masih Dinilai Sulit Maju Pilpres 2024?
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik