Suara.com - Sektor properti ritel atau mal diprediksi kembali pulih hingga menguat pada tahun 2023 pascapencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
"Kami melihat bahwa sudah ada kecenderungan sektor ritel pulih, terutama karena bisnis ritel sangat dipengaruhi oleh bagaimana aktivitas di dalam mal sendiri yang sekarang tidak dibatasi lagi," ujar Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salant, Rabu (4/1/2022).
Menurut Ferry, pada 2020 lalu ketika PPKM dilonggarkan, ada peningkatan kunjungan di mal atau pusat perbelanjaan.
"Ini memang salah satu yang membuat prospek tersebut akan lebih baik lagi pada tahun 2023, terbukti bahwa dari sisi pengembang mereka sudah mulai ancang-ancang menaikkan harga sewa dan tentunya mereka juga sudah mengukur kemampuan dari tenan atau riteler itu sendiri bagaimana tenan bisa mengakomodir kenaikan yang diterapkan," kata dia.
Penyebabnya yaitu, selama dua tahun terakhir akibat pandemi COVID-19 pengembang mengalami defisit, sehingga sudah saatnya tarif sewa dinaikkan.
Penyesuaian tarif tidak bisa dipukul rata, namun diperkirakan akan dilakukan oleh mal dengan tingkat hunian dan kunjungan yang stabil serta tinggi. "Manakala trafik pengunjung tidak dibatasi maka itu bisa menjadi katalis mal atau ritel bisa perform lebih baik lagi," ujar Ferry.
Pelonggaran pembatasan kegiatan berdampak pada banyaknya acara dan pameran yang membantu mengembalikan tingkat kunjungan ke mal. Riteler yang mengakomodasi gaya hidup masih menjadi pilihan konsumen.
Gerai makanan dan minuman, baik lokal maupun internasional masih menjadi daya tarik pengunjung. Sementara itu, riteler pakaian terutama berkategori sportswear dan footwear terus berekspansi.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa tidak ada penambahan mal baru di Jakarta sepanjang 2022. Total pasokan mal di Jakarta tetap berada di angka 4,86 juta m2.
Baca Juga: Bupati Subang Sambut Baik Keputusan Presiden Jokowi Cabut PPKM, Alasannya Karena Ini
Mal yang sedang dalam tahap konstruksi lebih banyak berada di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) dengan estimasi 70 persen dari total pasokan mendatang di Jabodetabek hingga 2025.
Berita Terkait
-
PPKM Dicabut Pemerintah Pusat, Hengky Kurniawan Minta Masyarakat Tetap Jaga Prokes
-
IFG Life Lakukan Kolaborasi Dengan Angkasa Pura II dan Sarinah
-
Catat! Mulai Hari Ini, Gibran Perbolehkan ASN dan Warga Tak Pakai Masker di Balai Kota Solo
-
Catat! Syarat dan Lokasi Layanan SIM Keliling Karawang Rabu 4 Januari 2023
-
Bupati Subang Sambut Baik Keputusan Presiden Jokowi Cabut PPKM, Alasannya Karena Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029