Suara.com - Tingkatkan kewaspasdaan dan kesigapan karyawan dalam mengantisipasi bencana kebakaran di lingkungan perusahaan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar Fire and Rescue Competition antar kompartemen, dalam mengisi peringatan Bulan K3 Nasional (BK3N) tahun 2023. Kegiatan berlangsung di halaman parkir GOR Pupuk Kaltim.
Koordinator Fire and Rescue Competition 2023 Brario Anindito, mengatakan kegiatan diikuti 13 tim yang berasal dari kompartemen Sekretaris Perusahaan, SBU Jasa Perawatan Pabrik, Pengembangan, Transformasi Bisnis, Pemeliharaan, Operasi 1, Operasi 2, Satuan Audit Internal, Administrasi Keuangan, Teknik, Umum, SDM serta Teknologi.
Konsep perlombaan tahun ini berbeda dari sebelumnya, karena tidak hanya mengutamakan keterampilan dan kesigapan dalam penanganan bencana kebakaran, tapi juga menekankan pada pemahaman terkait K3 maupun Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi seluruh peserta.
“Setiap rintangan yang dihadirkan pada perlombaan ini tidak hanya untuk meningkatkan skill, tapi juga memberikan pemahaman baru kepada karyawan. Hal ini sebagai bentuk representasi tantangan yang dihadapi Pupuk Kaltim, yang senantiasa harus dihadapi dengan penuh semangat dan kekompakan oleh seluruh insan perusahaan,” ujar Brario.
Selain berpartisipasi aktif dalam implementasi K3 khususnya bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran, Fire and Rescue Competition juga sebagai upaya meningkatkan korsa dan kekompakan antar karyawan dari seluruh kompartemen, dengan mengedepankan semangat kolaborasi untuk menjaga aset perusahaan dari berbagai potensi yang dapat menimbulkan kerugian.
"Kegiatan ini pun dapat menjadi bekal bagi karyawan untuk terus meningkatkan langkah aktif penanggulangan kebakaran yang bisa saja terjadi di lingkungan perusahaan," tandas Brario.
SVP Operasi 2 Pupuk Kaltim Rikho Dhyatmiko Arifianto, mengungkapkan selain untuk mensosialisasikan program K3 bagi karyawan, kegiatan ini juga langkah perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan karyawan terhadap potensi bencana, khususnya potensi kebakaran di lingkungan Pupuk Kaltim yang bisa berakibat fatal terhadap operasional perusahaan.
Selain itu kegiatan ini juga dapat menjadi sarana penyegaran terhadap pedoman dan tata cara penanganan bagi para korban, sekaligus upaya penanggulangan kebakaran yang bisa saja terjadi.
"Kami mengimbau seluruh karyawan Pupuk Kaltim dapat senantiasa mengimplementasikan sekaligus memahami pentingnya menjaga K3 dalam aktivitas sehari-hari, utamanya dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana yang bisa saja terjadi," kata Rikho.
Dirinya pun berharap penerapan K3 tidak hanya diterapkan karyawan secara konsisten di lingkungan kerja, tapi juga di kehidupan sehari-hari sebagai tanggungjawab moral dalam menjaga keselamatan bersama.
Sebab aspek K3 bukan sekadar berbicara pemenuhan peraturan perundang-undangan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan dalam bekerja, namun turut diiringi kesadaran untuk saling menjaga dari beragam potensi bencana yang bisa terjadi dalam kehidupan dan lingkungan sekitar.
"Pupuk Kaltim berharap seluruh karyawan dapat terus meningkatkan budaya K3 di lingkungan kerja, sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung pengembangan perusahaan. Semoga dari kegiatan ini tercipta sinergi dan tanggungjawab bersama, untuk senantiasa menjaga aset Pupuk Kaltim dari berbagai potensi kerugian akibat kebakaran," tambah Rikho.
Fire and Rescue Competition 2023 menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang sebagai tim juri. Komandan Kompi Disdamkartan Bontang Norman, menyambut positif lomba pemadaman kebakaran yang digelar Pupuk Kaltim bagi seluruh karyawan, sebagai upaya tanggungjawab bersama dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja.
Dirinya menyebut implementasi K3 sudah menjadi keharusan bagi masyarakat, sebagai bentuk kesadaran terhadap bencana maupun kecelakaan akibat kerja dalam kehidupan sehari-hari.
"Dari kegiatan ini diharap menciptakan sumberdaya manusia yang andal, dengan memahami pengetahuan terkait fire and rescue, sehingga kesadaran akan pentingnya K3 sebagai bagian dari budaya dan etos kerja dalam aktivitas sehari-hari semakin ditingkatkan," ucap Norman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
BUMN Energi Bidik Zero Fatality, Standar Jam Kerja Jadi Sorotan Utama
-
Tekan Biaya Logistik Nasional, IPC TPK Perkuat Digitalisasi dan Konsep Hub & Spoke
-
LHKPN Bupati Pati, Sudewo yang Kena OTT KPK: Asetnya Tersebar dari Jabar Sampai Jatim
-
CFX Optimistis Industri Kripto Tumbuh Positif di 2026
-
Apa Itu Web3 dan Bagaimana Fungsinya dalam Tatanan Ekonomi
-
Purbaya Kembali Singgung Aksi Demonstrasi Tahun Lalu: Lebih Baik Kerja Dibanding Demo
-
Lantik 14 Pejabat Baru, Mendag Budi Santoso: Bikin Kebijakan yang Berdampak ke Masyarakat
-
Purbaya Klaim BI Tetap Independen Meski Keponakan Prabowo Masuk Calon Deputi Gubernur
-
Perkuat Investasi Bisnis Indonesia-Korea, KB Bank Gelar 2026 Indonesian Day Business Forum di Seoul
-
Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale