- Juru Bicara Kementerian ESDM memastikan harga BBM tidak naik hingga Idul Fitri 1446 H meski ada fluktuasi harga minyak dunia.
- Stok BBM di dalam negeri dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan dan Lebaran.
- Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) karena stok nasional berada di atas standar minimum.
Suara.com - Harga BBM tidak akan naik hingga Idul Fitri 1446 H meskipun harga minyak dunia saat ini terus berfluktuasi imbas konflik di Timur Tengah, demikian dikatakan Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia.
Dwi, dalam diskusi yang digelar Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom RI di Jakarta, Senin (9/3/2026), juga menegaskan stok BBM di dalam negeri dalam kondisi prima sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Sebagaimana juga sudah disampaikan oleh Menteri ESDM atas arahan Presiden, bahwa harga BBM dipastikan tidak akan naik. Dengan demikian masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dengan tenang dan menyambut Lebaran tanpa khawatir," kata Dwi.
Dwi juga menyampaikan bahwa kondisi stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Tentu pemerintah akan terus melakukan pemantauan. Yang jelas, fokus utama saat ini adalah memastikan ketahanan energi nasional tetap aman sehingga masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang," ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi panic buying, karena ketersediaan stok BBM nasional berada di atas standar minimum yang dipersyaratkan. Menurut dia, aksi pembelian berlebihan justru berpotensi mengganggu sistem distribusi yang sebenarnya dalam kondisi normal.
Sebelumnya Dwi Anggia menjelaskan stok minyak bumi Indonesia cukup meski kapasitas penyimpanan stok nasional hanya untuk 21 hari. Dia bilang meskipun kapasitas penyimpanan minyak Indonesia hanya cukup untuk 21 hari, tapi seperti tandon atau toren air, ia akan diisi terus meski pun belum habis.
"Sebagai analogi, seperti kita memiliki toren air di rumah. Air digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga ada pengisian kembali. Jangan beranggapan bahwa 21 hari kemudian dari tanggal 9 terus tanggal 30 Maret habis, enggak begitu perhitungannya," jelas Dwi.
Ia menjelaskan Indonesia tak bisa dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara atau Asia dalam soal stok minyak. Alasannya karena meski masih mengimpor minyak, Indonesia masih memiliki sumber minyak di dalam negeri.
Baca Juga: Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik
Selain itu ia kembali menegaskan bahwa Indonesia mengimpor minyak mentah tidak hanya dari Timur Tengah yang kini sedang menjadi arena perang, tapi juga dari Afrika, Amerika Serikat dan Amerika Latin.
Berita Terkait
-
Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM 21 Hari Cukup: Seperti Tandon, Sebelum Habis Sudah Diisi Lagi
-
Dampak Hebat Perang AS-Iran: Minyak Meroket hingga Harga BBM RI Terseret!
-
Dampak Harga Minyak Dunia Naik Mulai Terasa, di Sini BBM Sudah Batasi, SPBU Antre, dan Kampus Libur
-
Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran 'Selesai'
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja