Bisnis / Energi
Selasa, 10 Maret 2026 | 14:18 WIB
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan harga BBM tidak akan naik hingga Lebaran 2026, meski harga minyak dunia melonjak akibat konflik di Timur Tengah. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Baca 10 detik
  • Juru Bicara Kementerian ESDM memastikan harga BBM tidak naik hingga Idul Fitri 1446 H meski ada fluktuasi harga minyak dunia.
  • Stok BBM di dalam negeri dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan dan Lebaran.
  • Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) karena stok nasional berada di atas standar minimum.

Suara.com - Harga BBM tidak akan naik hingga Idul Fitri 1446 H meskipun harga minyak dunia saat ini terus berfluktuasi imbas konflik di Timur Tengah, demikian dikatakan Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia.

Dwi, dalam diskusi yang digelar Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom RI di Jakarta, Senin (9/3/2026), juga menegaskan stok BBM di dalam negeri dalam kondisi prima sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Sebagaimana juga sudah disampaikan oleh Menteri ESDM atas arahan Presiden, bahwa harga BBM dipastikan tidak akan naik. Dengan demikian masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dengan tenang dan menyambut Lebaran tanpa khawatir," kata Dwi.

Dwi juga menyampaikan bahwa kondisi stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Tentu pemerintah akan terus melakukan pemantauan. Yang jelas, fokus utama saat ini adalah memastikan ketahanan energi nasional tetap aman sehingga masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang," ujarnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi panic buying, karena ketersediaan stok BBM nasional berada di atas standar minimum yang dipersyaratkan. Menurut dia, aksi pembelian berlebihan justru berpotensi mengganggu sistem distribusi yang sebenarnya dalam kondisi normal.

Sebelumnya Dwi Anggia menjelaskan stok minyak bumi Indonesia cukup meski kapasitas penyimpanan stok nasional hanya untuk 21 hari. Dia bilang meskipun kapasitas penyimpanan minyak Indonesia hanya cukup untuk 21 hari, tapi seperti tandon atau toren air, ia akan diisi terus meski pun belum habis.

"Sebagai analogi, seperti kita memiliki toren air di rumah. Air digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga ada pengisian kembali. Jangan beranggapan bahwa 21 hari kemudian dari tanggal 9 terus tanggal 30 Maret habis, enggak begitu perhitungannya," jelas Dwi.

Ia menjelaskan Indonesia tak bisa dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara atau Asia dalam soal stok minyak. Alasannya karena meski masih mengimpor minyak, Indonesia masih memiliki sumber minyak di dalam negeri.

Baca Juga: Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik

Selain itu ia kembali menegaskan bahwa Indonesia mengimpor minyak mentah tidak hanya dari Timur Tengah yang kini sedang menjadi arena perang, tapi juga dari Afrika, Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Load More