Bisnis / Energi
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:40 WIB
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, dalam diskusi yang digelar Bakom RI di Jakarta, Senin (10/3/2026) mengatakan stok BBM Indonesia cukup di tengah konflik berkepanjangan di Teluk. [Suara.com/Liberty Jemadu]
Baca 10 detik
  • Juru Bicara ESDM Dwi Anggia menjamin stok minyak Indonesia aman meski kapasitas penyimpanan hanya 21 hari.
  • Indonesia tidak terpengaruh penuh krisis energi karena memiliki sumber minyak domestik dan impor beragam.
  • Masyarakat diminta tidak panik atau melakukan penimbunan karena ketersediaan minyak dan BBM dalam kondisi normal.

Suara.com - Juru Bicara Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM) Dwi Anggia memastikan stok minyak bumi Indonesia cukup meski kapasitas penyimpanan stok nasional hanya untuk 21 hari. Jaminan itu disampaikan di tengah terjadinya krisis energi dunia akibat perang di Teluk yang menghambat impor minyak via Selat Hormuz.

Dwi, dalam obrolan yang digelar Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom, di Jakarta, Senin (10/3/2026) mengatakan meskipun kapasitas penyimpanan minyak Indonesia hanya cukup untuk 21 hari, tapi seperti tandon atau toren air, ia akan diisi terus meski pun belum habis.

"Sebagai analogi, seperti kita memiliki toren air di rumah. Air digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga ada pengisian kembali. Jangan beranggapan bahwa 21 hari kemudian dari tanggal 9 terus tanggal 30 Maret habis, enggak begitu perhitungannya," jelas Dwi.

Ia menjelaskan Indonesia tak bisa dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara atau Asia dalam soal stok minyak. Alasannya karena meski masih mengimpor minyak, Indonesia masih memiliki sumber minyak di dalam negeri.

Selain itu ia kembali menegaskan bahwa Indonesia mengimpor minyak mentah tidak hanya dari Timur Tengah yang kini sedang menjadi arena perang, tapi juga dari Afrika, Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Lebih lanjut Dwi meminta masyarakat untuk tidak panik karena kondisi ketersediaan minyak dan BBM di Indonesia dalam kondisi normal.

"Kondisi kita yang saat ini normal dengan adanya panic buying, dengan adanya tindakan penimbunan yang notabene itu melanggar hukum, tentu akan menimbulkan situasi yang tidak baik-baik saja," ujar Dwi.

Dwi juga menyampaikan bahwa kondisi stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Tentu pemerintah akan terus melakukan pemantauan. Yang jelas, fokus utama saat ini adalah memastikan ketahanan energi nasional tetap aman sehingga masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang," tutup Dwi.

Baca Juga: Sempat Tembus 119 Dolar AS, Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah 90 Dolar AS

Load More