Suara.com - Salah satu perusahaan BUMN, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) harus rela menjula tanah seluas 1.665.103 meter persegi di Cilogon, Banten demi membayar utang jatuh tempo pada tahun ini.
Diketahui Krakatau Steel memiliki utang jatuh tempo sebesar USD524 juta pada tahun ini, demi menambal pembayaran utang tersebut perseroan memutuskan untuk menjual tanah senilai Rp1.14 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi KRAS yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta yang dikutip Rabu (8/2/2023) transaksi penjualan bidang tanah tersebut dilakukan dengan PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) sebagai pembeli yang juga merupakan anak perusahaan KRAS dengan kepemilikan 99,99 persen.
Manajemen KRAS menyampaikan, transaksi afiliasi tersebut untuk pemenuhan kewajiban pembayaran sebagian utang perseroan berdasarkan Perjanjian Kredit Restrukturisasi 30 September 2019 Tranche B senilai USD524 juta yang jatuh tempo pada September 2022 dan kini telah diperpanjang menjadi Desember 2023.
"Alasan lain dilakukannya transaksi ini, perseroan ingin melakukan optimalisasi terhadap aktiva tetap berupa tanah yang belum optimal di manfaatkan oleh KRAS. Sehingga, dengan adanya pemindahtanganan aktiva tetap tersebut melalui jual beli kepada KSI, maka perseroan lebih fokus pada bisnis utama, yaitu bidang industri besi dan baja," tulis pengumunan KRAS.
Adapun manfaat dari transaksi penjualan lahan ini adalah, KRAS memperoleh dana tunai dari KSI sebesar Rp1,14 triliun yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi kewajiban pokok KRAS kepada kreditur Perjanjian Kredit Restrukturisasi.
Manfaat lainnya, bisa mengurangi beban keuangan KRAS dan meningkatkan kinerja perseroan, serta menunjang kelanjutan program restrukturisasi, transformasi dan aksi korporasi lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek