Suara.com - Direktur Utama PT Garudah Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menegaskan tidak ada larangan bagi pramugari berhijab. Tidak adanya larangan berhijab ini juga berlaku pada setiap karyawan di lingkungan Garuda.
Irfan melanjutkan, pihak tidak pernah mengeluarkan aturan terkait pelarangan berhijab tersebut.
"Jadi, garuda tidak pernah melarang awak kabin kita menggunakan jilbab, namun karena pilihan, kita jarang melihat yang berjilbab," ujarnya yang dikutip, Minggu (16/4/2023).
Irfan mengungkapkan, saat ini jumlah pramugari maskapai yang mengenakan hijab sudah banyak. Hanya saja, maskapai tidak menyertakan pramugari berhijab saat
"Kita persilahkan (menggunakan hijab). Hanya kami minta mereka untuk sama-sama menjaga aqidah, kita tidak akan menugaskan mereka pada penerbangan yang masih menyediakan minuman beralkohol," kata dia.
Irfan menuturkan, maskapai telah melakukan kajian untuk mempersiapak penggunaan hijab di lingkungan operasional perusahaan.
"Hal ini yang kami yakini perlu dilandasi kajian yang prudent dan komprehensif atas penyesuaian kebijakan atribut seragam awak pesawat baik dari aspek operasional maupun aspek penunjang lainnya atas kepentingan profesi awak pesawat," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
IHSG Sempat Loyo Tapi Berbalik Terbang di Selasa Pagi, 322 Saham Hijau
-
Pertamina EP Raup EBITDA USD 887,44 juta di 2025
-
BCA Syariah Catat Pembiayaan Emas Meroket 200% Capai Rp 520 M di 2025
-
Emas Global ke Level USD 5.100, Dipicu Pelemahan Dolar dan Isu Larangan China
-
Punya 42 Tower, Meikarta Bakal Jadi Rusun Subsidi Terbesar di Indonesia
-
Bangkrut, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah Perumda BPR Bank Cirebon
-
FTSE Russell Susul MSCI, Tunda Peninjauan IHSG di Tengah Penentuan Free Float
-
Survei BI : Keyakinan Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat
-
BEI Temui MSCI Pekan Ini, Bahas Transparansi Pemegang Saham
-
Kapan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Dilaksanakan?