- Survei BI Januari 2026 menunjukkan IKK berada di level optimis 127,0, naik dari 123,5 bulan sebelumnya.
- Peningkatan keyakinan didukung IKE (115,1) dan IEK (138,8), mengindikasikan kondisi saat ini dan ekspektasi membaik.
- Proporsi pendapatan untuk konsumsi menurun menjadi 72,3%, sementara tabungan naik menjadi 16,5% pada Januari 2026.
Suara.com - Survei Konsumen Bank Indonesia pada Januari 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026.
Direktur Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan IKK berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 127,0, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 123,5.
"Meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6," jelasnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, IEK menunjukkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian enam bulan mendatang yang diharapkan makin membaik.
Kenaikan IEK seiring dengan meningkatnya Indeks Ekspektasi Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Dunia Usaha masing-masing di level 140,8 dan 130,8.
Sedangkan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja enam bulan ke depan, stagnan di level 135,1. Survei Konsumen yang dilakukan BI juga memantau Kondisi Keuangan Konsumen pada Januari 2026.
"Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi ternyata menurun pada bulan Januari menjadi 72,3 persen. Pada bulan sebelumnya atau Desember 2025, persentasenya tercatat 74,3 persen," kata Ramdan.
Sedangkan proporsi pendapatan untuk pembayaran utang atau cicilan, meningkat dari 10,8 persen menjadi 11,2 persen. Sementara itu, proporsi pendapatan untuk ditabung, naik dari 14,9 persen menjadi 16,5 persen pada Januari 2026.
Berita Terkait
-
Kronologi Thomas Djiwandono Masuk BI: Dari Bendahara Gerindra, Wamenkeu, hingga Deputi Gubernur
-
Pengamat Tepis Isu Perbankan Malas Salurkan Kredit: Masalah Ada di Daya Beli
-
Bukan Perbankan Malas Salurkan Kredit, Tapi Pasar Masih Wait and See
-
Modal Asing Mengalir Tinggalkan Indonesia, Apa yang Terjadi dan Mengapa Kita Semua Merugi?
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
BEI Temui MSCI Pekan Ini, Bahas Transparansi Pemegang Saham
-
Kapan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Dilaksanakan?
-
Harga Emas Naik Semua di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat
-
BRI Targetkan Rp8 Triliun Penyaluran Kredit Perumahan Tahun 2026
-
Persiapan Gentengisasi, Menteri PKP Bakal Temui Pengusaha Genteng di Majalengka
-
Aturan Baru Free Float Saham Saat IPO, Kapitalisasi Pasar Disorot
-
BRI Dukung Asta Cita, Salurkan Rp1,774 T untuk Program 3 Juta Rumah
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera