Bisnis / Makro
Selasa, 10 Februari 2026 | 08:08 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Survei BI Januari 2026 menunjukkan IKK berada di level optimis 127,0, naik dari 123,5 bulan sebelumnya.
  • Peningkatan keyakinan didukung IKE (115,1) dan IEK (138,8), mengindikasikan kondisi saat ini dan ekspektasi membaik.
  • Proporsi pendapatan untuk konsumsi menurun menjadi 72,3%, sementara tabungan naik menjadi 16,5% pada Januari 2026.

Suara.com - Survei Konsumen Bank Indonesia pada Januari 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026.

Direktur Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan IKK berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 127,0, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 123,5.

"Meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6," jelasnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Sementara itu, IEK menunjukkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian enam bulan mendatang yang diharapkan makin membaik.

Kenaikan IEK seiring dengan meningkatnya Indeks Ekspektasi Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Dunia Usaha masing-masing di level 140,8 dan 130,8.

Sedangkan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja enam bulan ke depan, stagnan di level 135,1. Survei Konsumen yang dilakukan BI juga memantau Kondisi Keuangan Konsumen pada Januari 2026.

"Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi ternyata menurun pada bulan Januari menjadi 72,3 persen. Pada bulan sebelumnya atau Desember 2025, persentasenya tercatat 74,3 persen," kata Ramdan.

Sedangkan proporsi pendapatan untuk pembayaran utang atau cicilan, meningkat dari 10,8 persen menjadi 11,2 persen. Sementara itu, proporsi pendapatan untuk ditabung, naik dari 14,9 persen menjadi 16,5 persen pada Januari 2026.

Load More