Suara.com - Gus Gus Nusantara (GGN) Dukung Ganjar terus mendekatkan diri kepada semua kalangan, salah satunya para masyarakat yang ada di pesisir Pantai Utara (Pantura).
GGN Dukung Ganjar menggelar kegiatan workshop pengolahan hasil budi daya perikanan, di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
“Hari ini kami menggelar kegiatan workshop tentang pengolahan hasil budi daya perikanan. Dimana ikan yang merupakan hasil masyarakat di sini dikelola menjadi ikan asap untuk nantinya di jual,” tutur Koordinator Wilayah, Nadhruna’im Abdilah, ditulis Rabu (7/6/2023).
Na’im berharap, masyarakat dapat lebih kreatif dalam mengelola ikan ke depannya dengan variasi baru.
“Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi kreatif, salah satunya untuk mengelola ikan agar lebih variatif,” tambahnya.
Menurut Na’im selanjutnya GGN juga akan mendampingi masyarakat yang mengikuti kegiatan workshop hari ini hingga produk dapat bernilai jual tinggi.
“Seusai pendalaman materi hari ini, ke depannya insyaallah akan ada pelatihan lagi. Agar nantinya bisa memiliki nilai jual yang tinggi,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Paguyuban Petani Tambak Ikan Sumber Pangan Anshor mengaku antusias dengan kehadiran GGN yang memberikan workshop pengolahan hasil budi daya perikanan.
“Saya sangat antusias ada Gus Gus Nusantara hadir ke kami. Workshop ini menjelaskan tentang pengolahan ikan dan memberikan masukan bagaimana cara meningkatkan nilai jual, sehingga bisa menambah ekonomi kami,” kata Anshor.
Baca Juga: Permen Terkait Aturan Penangkapan Ikan Terukur Ditargetkan Selesai Akhir Juni
Pada kegiatan ini, masyarakat juga sepakat mendukung Ganjar Pranowo menjadi presiden 2024. Hal tersebut karena sosok Ganjar yang disukai oleh masyarakat.
“Pak Ganjar itu orangnya merakyat, suka blusukan, dan mendengarkan keluhan masyarakat. Seperti apa yang dilakukan di Jawa Tengah, kami harap bisa dilakukan di tingkat nasional nantinya,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
-
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI
-
IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi
-
IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900
-
BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran
-
Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini
-
Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia
-
Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
-
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
-
Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?