- Bank Indonesia memprakirakan Indeks Penjualan Riil pada April 2026 mencapai 231,0 yang didorong oleh pertumbuhan sektor barang tertentu.
- Penjualan eceran bulanan diprediksi terkontraksi 10,0 persen akibat normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Raya Idulfitri 1447 H.
- Bank Indonesia memproyeksikan adanya peningkatan tekanan inflasi pada Juni dan September 2026 akibat potensi kenaikan harga bahan baku mendatang.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada April 2026 akan tetap terjaga dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 231,0.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengungkapkan bahwa stabilitas ini didorong oleh pertumbuhan tahunan yang positif pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Subkelompok Sandang di tengah dinamika ekonomi domestik.
Meski secara tahunan tetap kokoh, Ramdan Denny menjelaskan bahwa secara bulanan, penjualan eceran pada April 2026 diprakirakan mengalami penurunan sebesar negatif 10,0 persen (month-to-month/mtm).
Kontraksi ini merupakan dampak dari normalisasi permintaan masyarakat yang kembali stabil setelah melewati periode puncak Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
"Kinerja penjualan eceran yang terjaga ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih solid di beberapa sektor prioritas, meskipun terdapat pola musiman pasca-hari raya," ujar Ramdan Denny dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).
Sebagai perbandingan, pada Maret 2026, IPR tercatat berada di level 256,7.
Kinerja bulan tersebut terutama disokong oleh pertumbuhan penjualan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Barang Budaya dan Rekreasi, serta sektor Makanan, Minuman, dan Tembakau secara tahunan.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 sempat melonjak sebesar 10,3 persen (mtm), angka yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan Februari 2026 sebesar 4,1 persen (mtm).
Kenaikan signifikan tersebut sejalan dengan lonjakan permintaan masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran yang mencakup hampir seluruh kelompok barang.
Baca Juga: BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
Namun, Bank Indonesia memberikan catatan khusus terkait perkembangan harga di masa mendatang.
Tekanan inflasi pada tiga dan enam bulan ke depan, yaitu Juni dan September 2026, diprakirakan akan mengalami peningkatan.
Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2026 yang masing-masing tercatat sebesar 175,6 dan 163,2.
Prakiraan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan IEH Mei dan Agustus 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 157,4 dan 157,2.
Ramdan Denny menekankan bahwa potensi peningkatan tekanan inflasi ini dipicu oleh adanya proyeksi kenaikan harga bahan baku yang berisiko memengaruhi harga jual di tingkat pedagang eceran ke depannya.
Berita Terkait
-
Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya
-
Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi