Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan peringatan keras kepada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) karena laporan keuangan KRAS untuk kuartal I 2023 belum lengkap dan belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, KRAS memang telah menyampaikan laporan keuangan untuk kuartal I 2023 pada tanggal 30 April 2023 (unaudited).
Namun, pada saat itu, KRAS belum menyelesaikan dan menyampaikan laporan keuangan tahunan 2022 yang telah diaudit.
Sehingga, informasi yang disajikan pada Laporan Keuangan kuartal I 2023 menggunakan saldo Laporan Keuangan Tahunan 2022 (unaudited).
Menurut Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan No. 16, laporan keuangan tengah tahunan (interim) harus disajikan secara perbandingan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ada pengecualian untuk laporan posisi keuangan dan informasi sehubungan dengan posisi keuangan pada akhir periode tengah tahunan yang dibandingkan dengan laporan posisi keuangan pada akhir tahun buku sebelumnya.
Selain itu, berdasarkan No. 14 /POJK.04/2022 tentang penyampaian laporan keuangan berkala emiten atau perusahaan publik, laporan keuangan tahunan harus diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
Mengingat hal tersebut, BEI memberikan Surat Peringatan kepada KRAS karena belum menyampaikan Laporan Keuangan kuartal I 2023 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, BEI telah menyatakan bahwa perdagangan saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akan dihentikan sementara atau disuspensi jika perusahaan tidak menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2022 hingga akhir Juni 2023.
Baca Juga: Dividen Gudang Garam Kurang Ngebul
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa jika perusahaan tidak menyampaikan laporan keuangan atau membayar denda, maka sahamnya akan disuspensi.
Berita Terkait
-
Pekan Ini Rata-rata Transaksi Investor Main Saham Tembus Rp9,7 Triliun
-
IHSG Ditutup Menguat, Didukung Optimisme Pertumbuhan Perbankan Triwulan II
-
46 Emiten Belum Laporkan Kinerja Keuangan, Sahamnya Kena Tilang Rp 150 Juta
-
BEI Kerek Modal Dasar dari Rp27 Miliar ke Rp1,5 Triliun
-
Dividen Gudang Garam Kurang Ngebul
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Optimisis, BCA Targetkan Penyaluran Kredit Tumbuh 10 Persen di 2026
-
2 Jenis Pangan Ini Harganya Bakal Meroket Jelang Ramadan
-
Harga Bawang Putih Naik, Mendagri Bunyikan Alarm Inflasi
-
Kuota BBM Pertalite Turun di 2026 Hanya 29,27 Juta KL
-
Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik
-
BPH Migas Klaim Hemat Rp4,98 Triliun Karena Subsidi Lebih Tepat Sasaran
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
BRI Tanggap Bencana Sumatera Pulihkan Sekolah di Aceh Tamiang Lewat Program Ini Sekolahku
-
Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan
-
Proyek Internet Rakyat Besutan Emiten Milik Hashim Mulai Uji Coba