Suara.com - Kejaksaan Agung menetapkan Mantan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pertambangan ore nikel PT Antam di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (9/8/2023). Kekayaan Ridwan Djamaluddin juga menjadi sorotan karena diduga sebagian hartanya berasal dari perkara korupsi ini.
Melansir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Ridwan tercatat Rp16.629.308.203. Kekayaan itu dia laporkan pada 31 Desember 2022 dalam jabatannya sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM. Dari total harta tersebut, Rp5 miliar di antaranya berbentuk tanah dan bangunan. Ridwan memiliki sembilan unit rumah dan bangunan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Rinciannya adalah sebagai berikut.
1. Tanah Dan Bangunan Seluas 406 m2/163 m2 Di Kab / Kota Bangka Barat, Hibah Tanpa Akta Rp. 60.000.000
2. Tanah Seluas 615 m2 Di Kab / Kota Bogor, Hibah Tanpa Akta Rp100.000.000
3. Bangunan Seluas 45.5 m2 Di Kab / Kota Kota Jakarta Utara , Hasil Sendiri Rp950.000.000
4. Bangunan Seluas 29.25 m2 Di Kab / Kota Kota Jakarta Selatan , Hasil Sendiri Rp200.000.000
5. Tanah Dan Bangunan Seluas 795 m2/547 m2 Di Kab / Kota Kota Jakarta Timur , Hibah Tanpa Akta Rp1.900.000.000
6. Tanah Dan Bangunan Seluas 243 m2/193 m2 Di Kab / Kota Bandung, Hibah Tanpa Akta Rp900.000.000
7. Bangunan Seluas 29.25 m2 Di Kab / Kota Kota Jakarta Selatan , Hasil Sendiri Rp200.000.000
8. Tanah Dan Bangunan Seluas 140 m2/100 m2 Di Kab / Kota Bandung Barat, Hasil Sendiri Rp650.000.000
9. Tanah Dan Bangunan Seluas 239 m2/239 m2 Di Kab / Kota Kota Batam , Hasil Sendiri Rp120.000.000
Selain itu dia juga tercatat memiliki empat harta alat dan transportasi dengan total sebesar Rp815 juta. Dalam laporan yang sama, Ridwan juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp1,42 miliar. Sementara itu harta kekayaan Ridwan dalam surat berharga sebesar Rp1,44 miliar. Selain itu Ridwan juga memiliki kekayaan kas dan setara kas senilai Rp7.870.358.203.
Kekayaan ini melonjak drastis jika dibandingkan harta Ridwan saat masih menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur di Kemenko Kemaritiman. Saat itu kekayaan Ridwan tercatat hanya Rp7,7 miliar pada 13 Juni 2016. Kemudian harta kekayaannya meningkat menjadi Rp8,4 miliar di 31 Desember 2019.
Ketika ditetapkan menjadi Dirjen Minerba, harta Ridwan yang tercatat di LHKPN pada 31 Desember 2020 sebesar Rp9,5 miliar. Setahun kemudian harta Ridwan meningkat jadi Rp13,7 miliar yang dilaporkan dalam LHKPN pada 31 Desember 2021. Dengan total harta kekayaan saat ini sebesar Rp16,6 miliar, berarti harta Ridwan naik Rp3 miliar hanya dalam kurun waktu setahun.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Sidang Korupsi BTS 4G, Mantan PPK Bakti Kominfo Elvano Hatorangan Akui Terima Uang Rp 8 Miliar dari Anang Achmad Latif
-
Sidang Kasus BTS Johnny Plate, Hakim Perintahkan Jaksa Tindak Eks PKK BAKTI Kominfo: Selesailah Saudara
-
Sidang Korupsi BTS 4G Hakim ke Saksi: Kalau Nggak Kerja, Kenapa Dibayar?
-
Di Babel Bentuk Satgas Tambang, Mantan Gubernur Ridwan Djamaluddin Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Tak Tahu Dasar UU jadi PPK, Hakim Kasus Proyek BTS Semprot Saksi Elvano Hatorangan: Ini Pertanggungjawabannya Pidana!
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang