Suara.com - Tidak dapat dipungkiri bahwa pabrik merupakan salah satu pencemar polusi udara di Jakarta. Sebagai salah satu upaya pengendalian, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bahkan akan menindak tegas daftar pabrik pencemar udara yang ada di dan dekat Jakarta.
Akhir-akhir ini, kondisi polusi udara di Jakarta memang dinilai memprihatinkan. Maka, merupakan tindakan yang tepat jika pemerintah mulai bertindak cepat.
Daftar pabrik pencemar udara dekat Jakarta
Berikut adalah beberapa pabrik yang diduga menjadi salah satu penyebab polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.
Pabrik arang rumahan
Pabrik ini berada di Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan memproduksi arang dari kayu bakau.
Saat ini, Pabrik Arang umahan telah ditutup oleh Pemprov DKI Jakarta karena mengeluarkan asap hitam yang mengandung karbon monoksida (CO) dan partikulat yang membahayakan kesehatan
PT Wahana Sumber Rezeki
Bergerak di bidang penyimpanan batu bara, PT Wahana Sumber Rezeki berlokasi di Cibolerang, Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: DPR Sedih Pemerintah Tangani Persoalan Polusi Udara Setelah Viral
Perusahaan ini dikenai sanksi administratif oleh KLHK karena tidak memiliki izin lingkungan dan tidak memasang alat pengendali emisi. Saat ini, KLHK mewajibkan alat pengendali emisi pada beberapa pabrik yang dikhawatirkan memberi dampak buruk bagi lingkungan.
PT Unitama Makmur Persada
Perusahaan ini merupakan pabrik peleburan logam yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten.
PT Unitama Makmur Persada juga dikenai sanksi administratif oleh KLHK karena tidak memasang alat pengendali emisi dan menghasilkan debu logam yang berbahaya bagi kesehatan.
PT Maju Bersama Sejahtera
Pabrik yang menjadi penyebar udara di dekat Jakarta selanjutnya adalah PT. Maju Bersama Sejahtera. Perusahaan ini adalah pabrik kertas yang terletak di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Wakili Isi Hati Rakyat, Kiky Saputri Buka Suara soal Kualitas Udara di Jakarta
-
Polusi Udara Rentan Sebabkan Tuberkulosis (TB) Pada Lansia, Ini 6 Cara Mencegahnya!
-
Jaga Kualitas Udara di Rumah dengan Panasonic Complete Air Management Systems
-
DPR Sedih Pemerintah Tangani Persoalan Polusi Udara Setelah Viral
-
Daftar Angkutan Barang yang Boleh Melintas di 4 Tol Jakarta Selama KTT ASEAN, di Luar Itu Dilarang!
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak
-
BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat
-
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
-
Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah
-
Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos
-
Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar
-
Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain
-
Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?
-
Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026
-
Purbaya Bantah Isu Banyak Perusahaan Bangkrut Gegara Ekonomi Lesu, Ini Buktinya